Berita Semarang

Kini Penumpang Trans Jateng Mudah dengan Aplikasi Si Anteng, Bisa Bayar Non Tunai Hingga Pesan Tiket

Pengguna Trans Jateng Bakal Dimudahkan dengan Aplikasi Si Anteng, Bisa Bayar Non Tunai Hingga Pesan Tiket

Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan BRT Trans Jateng koridor Semarang-Grobogan di Shelter Terminal Penggaron, Kota Semarang, Rabu (5/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, Semarang - BRT Trans Jateng terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bentuk pelayanan itu, berupa penambahan fitur baru pada aplikasi Si Anteng yakni pembayaran non tunai dan pembelian tiket.

Kepala Balai Transportasi Dishub Jateng Joko Setyawan mengatakan, pembayaran dengan metode non tunai atau cash less sudah bisa dilakukan sejak Senin (28/11/2022).

Metode pembayaran non tunai ini, kata dia sebagai bentuk layanan untuk memudahkan masyarakat. 

"Masyarakat cukup membayar secara digital, sehingga lebih mudah dan praktis," katanya Kamis (1/12/2022).

Selain itu, fitur baru tersebut juga dilengkapi pembelian tiket yang bisa penumpang lakukan sebelum naik. 

“Sebelum naik mereka sudah memiliki tiket elektronik. Hanya kalau mereka ingin mendapatkan tiket fisik mereka tinggal scan QR Code nya di alat ticketing yang dibawa oleh petugas kita di dalam bis,” imbuh Joko.

Akan tetapi, keberadaan aplikasi tersebut belum bisa dinikmati semua penumpang.

Ia menyebut, aplikasi Si Anteng saat ini hanya bisa digunakan oleh pengguna andorid.

"Saat ini hanya tersedia untuk pengguna android. Tetapi ke depannya akan support untuk IOS,"

"Kita ingin tahu dulu feedback dari masyarakat, jadi jika perkembangan semakin bagus ke depannya nanti akan diupdate lagi untuk pengguna IOS." imbuhnya.

Sebelumnya, keberadaan aplikasi Si Anteng hanya aplikasi yang memiliki fitur geoposisi.

Namun kini, pihaknya telah memperbarui aplikasi tersebut untuk lebih memudahkan masyarakat. 

“Sebelumnya hanya aplikasi untuk mengetahui letak halte dan posisi bus sembari menunggu bus datang," tuturnya.

Adanya fitur baru itu, ia berharap akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan Trans Jateng, sehingga kemacetan bisa lebih menurun.

"Harapanya dengan fitur ini bisa jadi daya tarik masyarakat hntuk menggunakan angkutan umum, jadi nantinya kemacetan di Semarang dan Jateng bisa berkurang,” lanjut Joko. (*)

Baca juga: Sebanyak 10-15 Calon Jamaah Haji Asal Kota Semarang Ajukan Pengunduran Diri Tiap Bulannya

Baca juga: 8 Investor dari Ajang CJIBF 2022 Tertarik Tanamkan Modal Rp 6,9 Triliun di Batang

Baca juga: Cerita Madyo Korban Banjir Bandang di Pati, Rumahnya Ambruk Rata Tanah, Saat Ini Tinggal di Masjid

Baca juga: Kepala BHP Semarang Ikuti Rapat Konsinyasi Penyusunan Target dan Pokok-Pokok Kebijakan PNBP

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved