Berita Tegal

Sopir Angkot Tegal-Banjaran Datangi Kantor Dinsos, Protes Belum Dapat BLT BBM

Sejumlah sopir angkot yang tergabung dalam Paguyuban Angkutan Tegal- Banjaran mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
Istimewa
Penyuluh Dinsos Kota Tegal saat berkot Tegal- Banjaran, Kamis (1/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Sejumlah sopir angkot yang tergabung dalam Paguyuban Angkutan Tegal- Banjaran mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal, Kamis (1/12/2022) kemarin.

Mereka protes lantaran tidak mendapatkan BLT BBM.

Koordinator sopir angkot, Farikhin mengatakan, sopir angkot berwarna biru muda trayek Tegal- Banjaran jumlahnya ada sekira 30 orang.

Tapi yang diherankan, hanya 5 orang saja yang mendapatkan BLT BBM.

Baca juga: Bayi Baru Lahir Ditemukan Menangis di Pekarangan Warga, Sempat Tak Digubris karena Dikira Hantu

Baca juga: Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta Lapor Polisi Dianiaya Atlet, Berawal Teguran Keras saat Latihan

Ia mengatakan, sejumlah 25 sopir lain yang tidak dapat BLT BBM juga berdomisili dan beralamat di Kota Tegal.

Hanya identitas kendaraannya saja yang berasal dari Kabupaten Tegal.

"Kami sama-sama sopir, tapi kenapa tidak dapat. Kami berharap ada keadilan agar kami dapat BLT BBM senilai Rp 450 ribu," katanya.

Penyuluh Dinsos Kota Tegal, Murwati mengatakan, para sopir yang datang memang namanya belum terdaftar dalam pengajuan yang diajukan oleh Dishub Kota Tegal.

Sebelumnya, sopir angkutan umum yang diajukan agar mendapatkan BLT BBM ada sebanyak 200 orang.

Tetapi banyak yang tidak lolos karena namanya sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

"Setelah dilakukan tracking, terdapat NIK yang sudah mendapat bantuan. Sehingga dari pengajuan 200 orang, yang lolos dan bisa dapat BLT BBM hanya 89 orang," jelasnya.

Murwati menyarankan, para sopir yang tidak mendapat BLT BBM bisa berkomunikasi dengan istri atau keluarganya.

Sudah mendapatkan bantuan atau belum.

Jika memang belum, maka bisa melakukan pengajuan data melalui wadah organisasinya.

"Kami dari Dinsos sendiri, menyalurkan bantuan sesuai dengan usulan OPD terkait. Setelah itu kami lakukan pengecekan, layak atau tidak," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved