Guru Berkarya
Mendalami Materi Sumber Energi melalui Model Pembelajaran Game Turnamen
Menjadi bagian penting, proses pembelajaran perlu mendapatkan sentuhan yang tepat dalam penerapannya termasuk jenjang sekolah dasar.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Oleh: Murtono, S.Pd, SDN Kedawung 01 Kec. Banyuputih Kab. Batang
Proses pembelajaran merupakan bagian penting dalam praktek pendidikan dilapangan. Menjadi bagian penting, proses pembelajaran perlu mendapatkan sentuhan yang tepat dalam penerapannya termasuk jenjang sekolah dasar. Proses pembelajaran selama ini masih dilakukan guru secara monoton. Sebagain guru hanya menggunakan pembelajaran yang konvensional dan usang dalam menyampaikan materi pembelajaran tanpa ada variasi proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Guru sebagai pendidik juga belum memanfaatkan model pembelajaran dalam proses pembelajaran. Akibatnya, anak didik menjadi mudah jenuh dan kesulitan memahami materi pembelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas lima di SDN Kedawung 01 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang turut merasakan permasalahan serupa. Anak didik masih mengalami kesulitan untuk memahami materi IPA khususnya pada materi sumber-sumber energi, karena pembelajaran yang dilakukan kurang bervariasi. Hasil belajar anak didik paling berdampak terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yang seadanya dan kovensional. Guru perlu memberikan pembelajaran yang asik dan menyenangkan supaya mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Pemanfaatan model pembelajaran yang tepat dapat menjadi solusi dalam penerapan proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang asyik dan menyenangkan adalah Teams Games Tournament (TGT). TGT merupakan model pembelajaran yang menerapkan kerjasama dalam proses pembelaajaran. Rusman (2014:45) menjelaskan bahwa model pembelajaran TGT adalah peserta didik memainkan permainan dengan anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka. Permainan tersebut dapat disusun oleh guru dalam bentuk kuis berupa pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
Langkah-langkah Pelaksanaan model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) pertama, Guru melakukan apersepsi dengan cara menanyakan materi yang dipelajari. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali anak didik tentang sumber – sumber energi, misalnya energi panas, energi listrik, dan lain-lain. Kedua, Guru melakukan pembentukan kelompok heterogen yang terdiri dari 4-5 anak didik. Setelah pembagian kelompok ini berikutnya guru menjelaskan cara menjelaskan aturan permainan dengan menggunakan kartu soal dan kartu jawaban bernomor yang berisi pertanyaanpertanyaan tentang sumber energi. Ketiga, Guru menjelaskan aturan game dengan menggunakan media kartu soal dan kartu jawaban tentang energi Keempat Setelah anak didik jelas dengan aturan permainan, berikutnya guru membagikan lembar kerja yang harus dikerjakan oleh anak didik secara berkelompok. Anak didik mengamati contoh soal berkaitan dengan sumber – sumber energi tersebut yang ada. Setelah mengamati soal tersebut selanjutnya anak didik mengerjakan latihan berkaitan dengan sumber – sumber energi. Guru memfasilitasi anak didik dengan menyediakan meja-meja untuk turnamen. Guru memfasilitasi anak didik dengan membagikan media berupa kartu yang soal dan kartu jawaban berisikan pertanyaan-pertanyaan dan jawaban tentang materi dan memberikan lembar untuk menuliskan poin yang diperoleh setiap anak didik dalam kelompok. Anak didik memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan pada kartu soal yang dipilih dan anak didik yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapatkan skor. Setiap anak didik yang bersaing dan mendapatkan poin lebih banyak dari temannya dalam kelompok akan mewakili kelompoknya untuk melakukan permainan di meja-meja tournamen. Guru mengumumkan pemenang turnamen dengan melihat skor tertinggi. Bersama-sama dengan guru anak didik membuat kesimpulan hasil belajar. Guru bertanya kepada anak didik tentang sumber – sumber energi yang diketahui (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi. Kelima, Setelah turnamen atau lomba berakhir, guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang dan memberikan apresiasi berupa hadiah. Kelebihan model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada semua anak didik aktif dan mempunyai peranan yang penting dalam kelompoknya. Motivasi anak didik dalam pembelajaran nampak tinggi untu mengikuti setiap tahapan pembelajaran.