Berita Pekalongan

Pengakuan Wanita yang Bayinya Ditemukan Warga Dikerubuti Semut, Depresi karena Konflik Keluarga

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi mengatakan, pelaku pembuang bayi laki-laki tersebut menyerahkan diri ke kepolisian pada Rabu (30/11/2022)

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Indra Dwi Purnomo
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi saat menggelar press release kasus pembuangan bayi di lobby Mapolres setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Perempuan di Pekalongan ini tega membuang bayinya sendiri ke semak-semak.

Si bayi ditemukan dalam warga kondisi memprihatinkan, menangis dan dikerubuti semut.

Perempuan tersebut kini telah ditangkap anggota Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

Ia mengakui membuang bayinya di wilayah Slamaran, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada hari Selasa (29/11/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Pernikahan Kaesang-Erina, Makanan Gratis dan Souvenir untuk Warga Disediakan di Slamet Riyadi Solo

Baca juga: 20 Bulan Hilang, Pelajar SMA Ini Ternyata Diculik dan Dibunuh, Komplotan Pelaku Masih Keluarga

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi mengatakan, pelaku pembuang bayi laki-laki tersebut menyerahkan diri ke kepolisian pada Rabu (30/11/2022).

"Pelaku yang tak lain merupakan ibu kandung dari si bayi berinisial OA (25), warga Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan."

"Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, Kamis (1/12/2022).

Menurutnya, pelaku membuang bayinya di lokasi tersebut dengan maksud agar diasuh oleh orang lain.

"Atau supaya yang bersangkutan terlepas dari pemeliharaan terhadap anak tersebut sesuai dengan pasal 307 KUHP tentang menaruh anak dibawah umur di suatu tempat," ujarnya.

AKBP Wahyu mengungkapkan, saat bayi laki-laki terbungkus dalam karung beras yang ditemukan oleh warga.

Tindakan pertama yang dilakukan yaitu menyelamatkan bayi tersebut dengan membawa ke RSUD Bendan untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"Untuk motif pelaku, dari hasil pemeriksaan, bahwa OA sedang mengalami konflik dengan suami dan ada konflik keluarga.

Lalu, mengakibatkan yang bersangkutan merasa depresi sehingga pada saat melahirkan bayinya mengambil tindakan seperti itu," ungkapnya.

Tidak hanya itu, OA juga melakukan persalinan sendiri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved