Berita Kecelakaan
Penumpang Selamat Ungkap Detik-Detik Menegangkan Kecelakaan Maut Bus Rombongan Semarang di Magetan
Kecelakaan maut dialami bus pariwisata yang membawa rombongan wisatawan dari Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Bambang mengingat detik-detik bus yang ia tumpangi masuk jurang sedalam kurang lebih 30 meter.
"Saya juga tahu, nyemplungnya juga tahu.
Bus harusnya belok kiri, tapi ini lurus.
Masalahnya kalau dikirikan mungkin lebih banyak korban," terangnya.
Kondektur bus, Khoirul, menuturkan, dirinya sempat mendengar sopir bus berteriak bahwa rem bus blong.
Teriakan itu terdengar ketika bus melintas di jalan menurun dan menikung tajam di kawasan Lawu Green Forest, Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan, sekitar pukul 11.00 WIB.
"Sopir teriaknya, 'Rem blong, rem blong'. Saya lari ke bagian belakang bus," jelasnya.
7 orang tewas dalam kecelakaan maut di Magetan
Sopir bus Semeru Putra Transindo tersebut turut menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut di Magetan ini.
Sunardi, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, mengatakan, sopir bus menjadi korban tewas terakhir yang dievakuasi.
Ia menuturkan, karena tubuh sopir terjepit badan bus, butuh waktu untuk dikeluarkan.
"Ada dua jam kita melakukan evakuasi karena terjepit kursi dan body mobil. Kita pakai linggis untuk evakuasi," terangnya kepada Kompas.com.
Usai dievakuasi, ketujuh korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayidiman, Magetan, dan Puskesmas Plaosan.
Penyebab bus masuk jurang di Magetan
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Magetan AKP Trifona Situmorang menjelaskan, bus yang membawa 40 penumpang itu diduga mengalami kerusakan rem.