Berita Kudus

Harga Telur di Tingkat Peternak Kudus Tembus Rp 28.000/Kg, Ghofur Kewalahan Terima Permintaan

Harga telur ayam di tingkat pedagang Kabupaten Kudus saat ini mencapai Rp 32.000 per kilogram. Sementara di tingkat produsen, satu kilogram telur

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Peternak ayam petelur di Desa Gribig, Kudus sedang memanen telur dari kandang, Selasa (6/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Harga telur ayam di tingkat pedagang Kabupaten Kudus saat ini mencapai Rp 32.000 per kilogram. Sementara di tingkat produsen, satu kilogram telur dibanderol Rp 27.500 - Rp 28.000 per kilogram.

Harga yang dipatok saat ini sudah mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir, dan berpotensi merangkak naik hingga momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. 

Sejumlah peternak ayam petelur menyebut, kenaikan harga telur saat ini tidak dipicu oleh pakan ternak. Melainkan adanya dugaan permainan harga di tingkat pedagang, dan tingginya jumlah permintaan pasar. 

Peternak ayam petelur di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Abdul Ghofur mengatakan, dalam sehari jumlah permintaan telur yang datang kepadanya mencapai lebih dari 100 kilogram. Meningkat 20-30 persen di banding hari-hari sebelumnya. 

Namun demikian, lanjut dia, saat ini pihaknya baru bisa memenuhi permintaan pasar di angka 60-70 kilogram per hari. Mengingat jumlah populasi ayam petelur miliknya baru mencapai 1.200 ekor.

"Permintaan telur memang tinggi, baik yang datang dari dalam desa, maupun luar desa. Dengan hanya memiliki 1.200 ekor, kami belum bisa memenuhi semua permintaan, kami prioritaskan di lingkungan Desa Gribig saja," terangnya, Selasa (6/12/2022).

Mitra usaha Ghofur, Abdul Rokhman menambahkan, saat ini harga jual telur ayam di tingkat peternak mencapai Rp 27.500 - Rp 28.000 per kilogram. Sedangkan harga jual per petinya Rp 275.000 - Rp 280.000.

Menurut dia, harga yang dipatok sekarang sudah mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Pihaknya terus berusaha mempertahankan produksi telur agar tetap maksimal dan berkualitas, sehingga berpotensi mendongkrak keuntungan hingga awal tahun depan.

"Momentum seperti ini memang biasanya harga telur naik, momentum bagi para peternak mengembalikan modal dan memperoleh keuntungan. Kalau di tingkat pedagang, harganya bisa lain, saat ini di pedagang rata-rata Rp 32.000/Kg," ujarnya. 

Rochman menyebut, tingginya permintaan pasar membuat konsumen harus menunggu hingga tiga hari. Pihaknya memprioritaskan warga sekitar dan pedagang di lingkungan Desa Gribig sesuai dengan kemampuan produksi ternaknya. 

Dia memprediksi, harga telur ayam akan merangkak naik kembali dalam waktu 2-3 hari ke depan. Dan berpotensi melonjak hingga Januari mendatang.

"Tahun kemarin, bisa tembus Rp 31.000 per kilogram di tingkat produsen. Nanti turun lagi, dan musim Lebaran meningkat lagi," tuturnya. 

Usaha ternak ayam petelur Abdul Ghofur dan Abdul Rochman sudah berlangsung sejak 2019. Keduanya merintis usaha dari populasi 400 ekor unggas. Selanjutnya terus berkembang dengan bergabung dalam kelompok ternak Sejahtera Makmur Mojodadi, Gribig. (Sam)

Baca juga: Jessica Iskandar Sebut Banyak Sahabat yang Japri Tawarkan Bantuan: Oh Mereka Gak Lupa

Baca juga: Ngeyelnya Kuat Maruf Meski Lie Detector Mendeteksi Dia Bohong, Namun Tetap Bersikukuh Dia yang Benar

Baca juga: Tumpahan Solar Jadi Penanganan Unik BPBD Kota Salatiga

Baca juga: Beberapa Persiapan yang Sudah Dilakukan Disporapar Kabupaten Tegal Jelang Libur Nataru


 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved