Berita Pati

Dua Wartawan Abal-abal Peras Pegawai SPBU Tlogowungu Pati, Sempat Diamankan Polisi

Pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Raya Tlogowungu, Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati, mengaku diperas oleh dua orang yang

Mazka Hauzan Naufal
TribunMuria.com/Mazka Hauzan Naufal Suasana SPBU di Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, yang pegawainya mengaku diperas dua orang pria yang mendaku sebagai wartawan, Jumat (9/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Raya Tlogowungu, Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati, mengaku diperas oleh dua orang yang mengaku sebagai wartawan.

Pihak manajemen SPBU telah melaporkan hal ini pada pihak berwajib.

Erwin Setyo Pramono, Pengawas SPBU Tlogowungu, mengatakan bahwa Kamis (8/12/2022) siang, pihaknya didatangi dua orang pria yang mengendarai mobil B-RV warna hitam.

"Ada dua orang ngaku-ngaku wartawan atau pewarta. Mereka datang ke sini dan bilang kalau pompa pengisian kami kurang bagus, saat dia mengisi bensin di sini, katanya hanya keluar angin," kata Erwin saat ditemui TribunMuria.com di SPBU Tlogowungu, Jumat (9/12/2022).

Selanjutnya, kedua pria yang mengaku wartawan itu mengancam akan memberitakan bahwa SPBU Tlogowungu mencurangi pembeli.

"Mereka minta sejumlah uang supaya tidak ditayangkan di media mereka. Salah satu dari mereka mengaku sebagai CEO media dan koordinator media-media di Pati," ucap Erwin.

Ia menambahkan, kedua orang yang mengaku wartawan itu mengatakan mengisi bensin di SPBU ini pada 6 Desember lalu.

Namun, Erwin memastikan, setelah mengecek CCTV, keduanya tidak mengisi bahan bakar di SPBU Tlogowungu pada tanggal tersebut.

"Keterangan mereka saya pastikan tidak benar. Hoaks. Tapi saya takut kalau diberitakan, nanti dikira masyarakat benar, padahal itu hoaks. Saya takut SPBU jadi rugi karena diberitakan buruk," kata dia.

Singkat cerita, dua orang pria tersebut lalu meminta uang sebesar Rp5 juta sebagai kompensasi agar berita tidak ditayangkan.

"Saya tawar tidak dikasih. Saya kasih uang bensin dia tidak mau. Lalu orangnya pergi. Setelah itu saya dihubungi lagi, dia masih mengancam mau buat berita tadi.

Akhirnya kami bertemu di sebuah kafe di daerah Rendole. Kami di sana bicara, dia bilang sudah menulis berita dan tinggal merilis.

Dia bilang karena sudah terlanjur menulis berita, kalau mau pembatalan penayangan, biayanya agak mahal," tutur Erwin.

Selanjutnya, kata Erwin, oknum wartawan abal-abal itu meminta uang Rp15 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved