Berita Kudus

Pejabat di Kudus Kunjungi Rutan saat Hari Antikorupsi, Diingatkan Korupsi Bisa Berujung Bui

Rangkaian peringatan hari antikorupsi di Kabupaten Kudus satu di antaranya diisi dengan mengunjungi rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Kudus

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Kunjungan ke Rutan Kelas IB Kudus saat hari antikorupsi, Jumat (9/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Rangkaian peringatan hari antikorupsi di Kabupaten Kudus satu di antaranya diisi dengan mengunjungi rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Kudus, Jumat (9/13/2022).

Dalam kesempatan itu, sejumlah pejabat yang datang seolah diingatkan jika melakukan tindak pidana korupsi bisa berakhir di balik jeruji besi.

Saat ini penghuni Rutan Kudus terdapat sebayak 158 orang baik narapidana maupun tahanan.

Dari penghuni rutan sebanyak itu, lima di antaranya terjerat kasus tindak pidana korupsi hingga akhirnya mendekam di sana.

"Lima orang yang tersangkut kasus korupsi itu empat sudah vonis. Kemudian dari lima itu tiga di antara kepala desa," kata Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Suprihadi.

Dalam peringatan hari antikorupsi itu sejumlah pejabat yang datang yakni Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Ardian, Sekda Kudus Sam'ani Intakoris, Dandim Kudus Letkol Inf Andreas Yudhi Wibowo, dan sejumlah pejabat lainnya. Mereka juga menyempatkan diri untuk meninjau sejumlah ruang penjara.

Kajari Kudus, Ardian, mengatakan, di antara upaya memberantas tindak pidana korupsi caranya dengan pencegahan. Dengan begitu, setidaknya penjara tidak penuh.

Sementara terkait aturan perihal ancaman hukuman bagi para pelaku tindak pidana korupsi sudah ada, untuk itu perlu adanya pencegahan dari segi spiritual. Misalnya dalam agama diajarkan untuk mempertanggungjawabkan setiap perilaku selama hidup. Tentu setelah meninggal nanti ada pertanggungjawaban di muka Tuhan.

"Kalau saya bilang itu ingat pada Tuhannya karena yang lain sudah disampaikan semua. Pemeriksa keuangan pemerintah itu ada inspektorat, BPK, penyidik, kepolisian, kejaksaan, KPK. Kuncinya di situ menyentuh hatinya saja. Kalau saya cenderung ke situ," kata Ardian.

Sementara Sekda Kudus, Sam'ani Intakoris, mengatakan, kedatangannya ke Rutan Kelas IIB diajak oleh Kajari Kudus untuk bersama-sama menjaga diri supaya tidak melakukan korupsi.

"Kita potensi untuk itu (masuk penjara), jangan sampai masuk Rutan," kata Sam'ani.

Untuk itu, lanjut Sam'ani, dalam mengemban amanah sebagai abdi masyarakat sudah sepatutnya menggunakan keuangan negara dengan baik.

"Ini baru saja terjadi di Kudus Hakordia (hari antikorupsi sedunia) diajak keliling ke Rutan. Adanya ini ayo kita bangkit ayo perbaiki diri, kita hilangkan karena korupsi menyakiti hati rakyat," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved