Berita Demak

Ratusan Massa Aksi Gempur Geruduk DPRD Demak, Bawa 5 Tuntutan Kepada DPRD dan Pemkab

Ratusan massa demo tergabung koalisi GEMPUR Bonang menggeruduk kantor DPRD Demak.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
Ratusan masa aksi demo tergabung dalam Gempur Bonang memenuhi depan Kantor DPRD Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sekira ratusan massa aksi demo tergabung koalisi Aksi Gerakan Masyarakat Peduli ROB (GEMPUR) Bonang menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Demak.

Dengan hanya membawa bendera merah putih, tanpa tulisan tuntuttan, para aksi demo memenuhi depan pintu masuk DPRD Demak.

Presidium Masyarakat Pedul Rob, Fahmi menjelaskan maksud Gempur mendatangi Kantor DPRD Demak dengan tujuan, meminta pemerintah untuk bisa memberikan solusi terkait permasalahan banjir rob terjadi di tiga desa yaitu Morodemak, Purworejo dan Margolinduk yang berada di Kecamatan Bonang Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Menurutnya, permasalahan banjir rob telah terjadi selama 10 tahun lamanya di Kecamatan Bonang terutama pada 3 Desa tersebut.

"Oleh karena itu, kami koalisi Aksi Gerakan Masyarakat Peduli ROB (GEMPUR) Bonang menuntut Pemerintah Kabupaten Demak, Bupati, DPRD, Dinas terkait untuk memberikan solusi terkait ROB yang ada di Bonang," ujarnya.

Dia mengatakan dampak banjir rob terjadi kecamatan Bonang, mengaggu berbagai aktifitas masyarakat seperti bersekolah ataupun berangkat bekerja.

Ratusan masa aksi demo tergabung dalam Gempur Bonang memenuhi depan Kantor DPRD Kabupaten Demak.
Ratusan masa aksi demo tergabung dalam Gempur Bonang memenuhi depan Kantor DPRD Kabupaten Demak. (TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama)

"Aktifitas pendidikan, belajar-mengajar, tarbiyatul islam anak-anak mereka terganggu karena sekolah dan tempat mengaji mereka tergenang ROB," jelasnya.

Tak hanya itu lanjutnya, rumah yang menjadi tempat aman bagi warga pun seakan selalu dihantui ketakut atas banjir rob datang secara tiba - tiba.

Ketika banjir rob datang, warga yang biasanya memiliki lahan produktif secara langsung hilang hingga yang tersisa hanya banjir rob yang memiliki PH air tidak sehat.

"Rumah tinggal yang 7x24 jam harus siaga banjir dan harus diurug setiap tahun, kegiatan sosial-agama mereka yang terhambat, mata pencarian seperti lahan produktif, area pertanian, pertambakan dan aktifitas ekonomi mereka yang terus-terusan merugi akibat pH air yang tak pasti, transportasi yang tersendat akibat tidak banyak armada transportasi yang bersedia melewati genangan ROB," ujarnya.

Dengan apa yang selalu di alami oleh warga masyarakat korban banjir rob di Kecamatan Bonang, pihaknya ingin memberikan cerita tersebut kepada DPRD dan Pemkab Demak.

"Kami berikan Kaleidoskop Akhir Tahun yang berisi penderitaan warga pesisir pantai Demak akibat ROB. Aksi kami juga sebagai #KadoAkhirTahun untuk para pemangku kebijakan yang ada di Kabupaten Demak yang harusnya sibuk memikirkan nasib masyarakatnya yang tinggal di pesisir pantai Demak," ucapnya.

Dia mengaku aksi yang dilakukan ini adalah upaya Pencegahan (Preventif), sekaligus pengawalan terhadap amanat perjuangan, melihat kondisi warga yang harus segera diselamatkan, disuarakan dan dikawal aspirasinya hingga menemukan solusi dari permasalahan yang ada.

Dalam kesepatan itu pun, ia mengatakan pihaknya membawa 5 tuntutan yang harus dipenuhi oleh Pemkab Demak dan DPRD Kabupaten Demak

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved