Guru Berkarya
Peranan Metode Audio Visual Terhadap pembelajaran Servis
Bagi pengajar atau guru, sebaiknya pembelajaran kepada siswa dilakukan tidak hanya metode yang tradisional seperti teacher centered.
Carwati, S.Pd
Guru Olahraga SMA Negeri 1 Petarukan
Peranan Metode Audio Visual Terhadap pembelajaran Servis
Permainan bola voli merupakan cabang olahraga yang dapat dimainkan oleh anak-anak sampai orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Seperti yang dikemukakan oleh M. Yunus (1992:1) bahwa permainan bola voli dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, dari anak-anak sampai orang dewasa, laki-laki maupun perempuan, baik masyarakat kota sampai pada masyarakat desa.
Berbagai tehnik dasar pada permainan bola voli sangat peting dipahami, termasuk servis dan ketentuan yang lain. Pada mulanya servis hanya merupakan pukulan pembukaan untuk memulainya suatu pertandingan, dengan berkembangnya permainan bola voli kini servis dijadikan serangan untuk mendapatkan poin sehingga kini servis sudah sangat berkembang teknik maupun variasi dari servis itu sendiri. Teknik servis dalam permainan bola voli antara lain servis tangan bawah (underhand service), servis atas (floating service, floating overhand serve, overhand change service (overhand round-house service), jumping service. Adapun macam-macam servis dapat dibedakan menjadi dua yaitu servis tangan bawah dan servis atas. Servis bawah dibedakan menjadi tiga yaitu servis bawah normal, cutting underhand servis, servis bawah mengapung.
Bersarkan Hasil pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada permainan bola voli khususnya pada servis siswa kelas XI SMA N 1 Petarukan masih mengalami kesulitan dalam melakukan teknik servis. Jumlah ketuntasan klasikal masih dibawah rata-rata menunjukkan proses pembelajaran yang belum melibatkan siswa secara aktif, guru masih menjadi pusat pembelajaran, kurangnya model pembelajaran, gaya mengajar serta pemodifikasian dan media pembelajaran.
Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelajaran dengan alat bantu berupa media audio visual. Metode pembelajaran dengan audio visual dirancang khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan procedural yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah Media adalah sarana yang digunakan dalam proses pembelajaran. Media sangatlah berperan penting dan menentukan tingkat keberhasilan suatu proses pembelajaran, seberapa maksimalnya pembelajar dapat menyerap dan menguasai apa yang diajarkan. Sekarang ini terdapat berbagai macam media pembelajaran yang ada selaras dengan perkembangan zaman, salah satu media yang berkembang saat ini adalah media instruksional, karena media ini mampu menampilkan informasi yang dapat diserap secara audio (suara) maupun visual (gambar). Kemampuan itulah yang akhirnya digunakan sebagai dasar penggunaan video sebagai salah satu media pembelajaran yang lebih efisien dan efektif. Media pembelajaran sangat diperlukan untuk memperlancar proses belajar mengajar.
Untuk mengetahui pembelajaran servis menggunakan metode audiovisual terhadap hasil pembelajaran servis dalam permainan bola voli pada siswa kelas XI SMA N 1 Petarukan dilakukan tes praktik. Adapun tes dan norma peniliaian yang dipergunakan adalah tes ketepatan bertujuan untuk mengukur ketepatan servis. Petunjuk pelaksanaan yaitu testi berdiri di daerah servis. Testi dapat menggunakan tipe servis apapun sesuai dengan peraturan yang berlaku. Testi melakukan servis 10 kali kearah sasaran, poin setiap servis sesuai dengan nilai petak tempat jatuhnya bola. Jika bola jatuh pada garis diberi nilai tertinggi yang terdekat dengan garis itu. Skor akhir adalah jumlah poin dari 10 kali servis.
Pembelajaran menggunakan audio visual terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat pada nilai hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan. Adapun pencapaian rata-rata nilai hasil belajar siswa 60 meningkat menjadi 85.
Bagi pengajar atau guru, sebaiknya pembelajaran kepada siswa dilakukan tidak hanya metode yang tradisional seperti teacher centered. Selain menggunakan metode audio visual, guru bisa menggunakan metode lain karena semakin berkembangnya zaman dan berkembang pula teknologi yang ada. Hal ini dilakukan untuk memberikan variasi pembelajaran agar tidak monoton dan membosankan sehingga bisa menarik minat siswa dalam belajar. (*)
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Carwati-SPd.jpg)