Berita Salatiga
Sambut Natal, Lux Aeterna Vocal Ansamble Gelar Konser "A Christmas Potpourri"
Lux Aeterna Vocal Ansamble (LAVE) kembali menghibur masyarakat lewat konser.
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Setelah absen menggelar konser onsite karena pandemi covid-19, Lux Aeterna Vocal Ansamble (LAVE) kembali menghibur masyarakat lewat konser 5th Annual Concert Lux Aeterna Vocal Ansamble bertajuk "A Christmas Potpourri".
Selama kurang lebih hampir dua jam, LAVE menjadi penawar rindu penikmat musik di Salatiga dan sekitarnya.
Digelar di Main Hall Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bethel Area, konser LAVE yang dibagi menjadi dua sesi ini dipenuhi penonton, baik di hall bawah dan atas.
Sesi pertama konser ini dibuka dengan penampilan Paduan Suara Anak (PSA) Gereja Kristen Indonesia (GKI) Salatiga dengan lagu "Alelluia" by W.A. Mozart.
Mengenakan busana warna merah khas natal, PSA ini sukses menggugah atmosfer penonton untuk menikmati lagu-lagu natal.
Berbeda dengan sesi pertama, di sesi kedua penonton diajak untuk menikmati repertoar bernuansa pop dan jazz.
Lagu-lagu natal yang beberapa diantaranya membangkitkan kenangan natal waktu kecil sukses disuguhkan LAVE.
Dipenghujung konser, dirigen Agastya Rama Listya mengajak hadirin menyanyi bersama dengan lagu "Ill Be Home For Christmas".
Penampilan apik LAVE dalam konser kemarin tak lepas dari andil Alilaqus String Chamber dari Yogyakarta serta Fine Anni 2.0 Band dari Salatiga yang mengiringi penampilan.
Warga asal Belanda, Ranco Paul Jairo Kraaijenbrink mengatakan ini mengingatkannya akan konser serupa yang sering dijumpainya di Belanda.
"Bagus sekali konsernya, sound nya sangat bagus," kata Ranco kepada Tribunjateng.com, Senin (12/12/2022).
Mezbah Herawati warga Salatiga yang ikut menyaksikan konser juga menyatakan kekagumannya.
"Mulai dari kostum, suara, penjiwaan sangat bagus. Mengingatkan suasana kampung halaman menjelang Natal," kata Mezbah.
Sementara itu, penonton lainnya Salsabila Gabriel mengatakan alur cerita dari pemilihan lagunya sangat runtut, berbeda dengan paduan suara lainnya.
"Disesi pertama ada lagu-lagu sakral lalu ada lagu pop modern di sesi kedua. Semuanya dikemas dengan koreografer yang minimalis tapi mengena. Puas melihatnya," kata Salsabila.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-annual-concert2.jpg)