Berita Sragen

Bupati Sragen Sentil Kades yang Baru Saja Dilantik, Agar Tidak Ada Jual Beli Jabatan

Bupati Sragen minta kades yang baru dilantik agar tidak lakukan jual beli jabatan.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Sebanyak 19 kepala desa ketika diambil sumpah jabatan oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati, Selasa (13/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati minta Kepala Desa (Kades) yang baru saja dilantik, agar tidak melakukan jual beli jabatan pengisian perangkat desa.

Hal ini dikatakan orang nomor satu di Sragen itu membuat seorang pemimpin ataupun Kades tidak dihargai maupun tidak dihormati oleh perangkat desa dibawahnya.

Bupati juga meminta kepada para Kades agar menyampaikan ke para perangkat yang ada agar tidak mudah terpengaruh dan disetir oleh pihak luar selain di perangkat desa.

Wejangan itu, disampaikan Bupati Yuni ketika memberikan pengarahan kepada para Kades usai dilantik di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (13/12/2022).

"Kita berkaca pada diri kita sendiri dulu, lakukan pemilihan dan pengisian SDM perangkat desa dengan cara yang transparan akuntabel dan jujur."

"Jangan pilih berdasarkan uang, kalau begitu anda akan mendapatkan SDM yang tidak akan tunduk apa yang akan anda bilang, mereka akan merasa berkuasa karena merasa telah membayar," tegas Bupati.

Yuni meminta agar para Kades menjalankan aturan itu, sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pengisian SDM perangkat desa agar dilakukan dengan transparan, akuntabel dan jujur.

Bupati mengaku, dalam menempatkan para kepala dinas, kepala seksi (kasi), kepala bagian (Kabag) dan pejabat lainnya dengan the right man on the right place atau memiliki pengertian menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuan atau keahliannya tanpa biaya sedikitpun.

"Saya selalu menempatkan kepala dinas, kasi, Kabag dan jabatan lainnya dengan menerapkan the right man on the right place tanpa biaya sedikitpun, jadi mereka nurut dengan saya."

"itu dicontoh, jangan dihitung kemarin nyalon habis berapa ketika ada pengisian perangkat harus bayar, makanan apa seperti itu? Uang seperti itu tidak langgeng," tegas Yuni dengan nada tinggi.

Selain soal jual beli jabatan, Yuni meminta para Kades agar menjaga integritas seorang pemimpin. Dengan adanya jual beli jabatan dikatakan bisa menodai seragam putih yang dipakai dengan coretan ketidakjujuran.

Yuni menegaskan hal itu mudah dilakukan sepanjang para kades tulus dengan hati mengabdikan diri kepada negara.

Terkahir, Yuni memohon semua lini mulai dari tingkat desa, kecamatan sampai dengan kabupaten agar bersama-sama gotong royong membangun Bumi Sukowati. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved