Berita Kudus

DPRD Kudus Dorong Tiap Desa Miliki Tempat Pengelolaan Sampah, Ini Alasannya

Pemerintah daerah dan desa diminta untuk melakukan inovasi dengan mendirikan rumah atau tempat pemilahan dan pengolahan sampah di setiap desa.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Kondisi terkini TPA sementara di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang mulai penuh sampah karena TPA Pemkab Kudus sudah overload, Kamis (15/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Komisi C DPRD Kabupaten Kudus mendorong pemerintah daerah melalui desa untuk menyiapkan tempat khusus pemilahan dan pengolahan sampah

Setidaknya, program tersebut mulai berjalan pada 2023 guna mendukung program pemerintah dalam menekan angka produksi sampah 30 persen hingga 2025.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kudus, Rochim Sutopo menyampaikan, berbagai program di bidang penanganan sampah yang ditangani Dinas PKPLH Kabupaten Kudus harus terus berjalan. 

Baca juga: Nekat! Pria Kudus Ini Ngaku Intel untuk Rampas Motor Lalu Dihajar Massa, Sempat Ancam Perkosa Korban

Selain itu, pemerintah daerah dan desa diminta untuk melakukan inovasi dengan mendirikan rumah atau tempat pemilahan dan pengolahan sampah di setiap desa atau kelurahan.

Semua itu dilakukan mengingat jumlah lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) Kabupaten Kudus terbatas.

"Ke depan, sampah ini harus bisa ditangani mulai dari sumbernya di tiap desa."

"Selain menekan produksi sampah, juga menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA," terangnya melalui Tribunjateng.com, Kamis (15/12/2022). 

Disamping itu, Rochim mendorong dinas terkait, pemerintah kecamatan, hingga desa agar gencar melakukan sosialisasi serta edukasi masyarakat terkait sampah.

Karena, lanjut dia, produksi sampah akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di suatu daerah. 

Terkait program perluasan TPA, Rochim menilai bukan menjadi program prioritas dalam menangani persoalan sampah. 

Baca juga: 1.320 Anggota Satlinmas di Kudus Akan Didaftarkan Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pihaknya berharap, sampah yang bersumber dari masyarakat harus dipilah dan dipilih langsung dari sumbernya.

Sehingga, hanya sampah residu yang dibuang ke TPA untuk diproses dengan menggunakan alat.

"Harus ada kesadaran warga, edukasinya harus digencarkan, karena solusinya adalah pengolahan sampah, termasuk sampah rumah tangga yang tidak tertangani oleh PKPLH," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus, Abdul Halil menyebut, sudah mengusulkan kembali program perluasan TPA Tanjungrejo senilai Rp 5 miliar pada 2023.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved