Berita Sukoharjo

Berawal dari Kepepet, Astuti Warga Sukoharjo Sukses Usaha Citos Tahu

Kondisi yang sulit (kepepet) terkadang membuat seorang bisa berpikir kreatif.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Puji Astuti menunjukkan citos tahu produksinya. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO- Kondisi yang sulit (kepepet) terkadang membuat seorang bisa berpikir kreatif. Kreatifitas itu belum tentu tercipta ketika seorang berada dalam zona nyaman. 

Ini pula yang dirasakan Sri Puji Astuti, pengusaha Cheetos (citos) Tahu asal Desa Mranggen Kecamatan Polokarto, Sukoharjo

Ekonominya sempat terpuruk setelah pandemi Covid 19 menghantam Indonesia. Usahanya di bidang catering tak jalan karena pertemuan massal dilarang.  Tak ada yang memesan snack atau makanan dalam jumlah besar. 

Namun Puji enggan menyerah dengan keadaan. Ia mencoba berpikir keras usaha apa yang tetap bisa bertahan di tengah badai pandemi.  Hingga ia menemukan ide membuat cheetos tahu dari media sosial. 

Ia menilai, tahu menjadi makanan rakyat yang disukai rata-rata masyarakat. Jika diolah atau dimodifikasi menjadi camilan, tentunya makanan itu akan banyak penggemarnya. 

"Saya sendiri gemar makan tahu, " kata produsen dengan brand Mama Endut Snack itu, Senin (19/12/2022). 

Bahan utama produk camilan ini tentunya tahu yang mudah didapatkan di manapun. Selain tahu, bahan lain yang digunakan antara lain tepung maisena. 

Benar saja, produk citos tahunya disukai pelanggan. Pesanan demi pesanan berdatangan. Dari awalnya coba-coba, Puji memutuskan menekui usaha itu.  Ia memperbesar kapasitas produksi seiring meningkatnya permintaan. 

"Alhamdulilah banyak diminati orang," katanya.

Dalam sehari, Puji rata-rata mampu memproduksi citos tahu 15 kilogram. Ia menjual grosir maupun eceran. 

Satu bal citos tahu dijual seharga Rp 80 ribu. Untuk harga eceran. Citos tahu kemasan isi 100 gram dijual antara Rp 10-12 ribu. 

Untuk pemasaran ia tak kebingungan. Puji sudah memiliki pelanggan sendiri yang setia mengambil produk di tempatnya. 

Penjualan produknya bukan hanya di lokal, namun sudah sampai ke luar kota, misal Kabupaten Wonogiri. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved