Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liputan Khusus

Ribuan Rumah di Pesisir Pantura Tergenang Rob, Kini Seminggu 2 Kali

Banjir rob dan abrasi sudah menjadi fenomena alam di pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura). Masyarakat di pesisir Pantura makin terdampak oleh kenaikan

Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Fajar Bahruddin Achmad
Pengendara sepeda motor melintas di derah pemukiman warga dan tambak bandeng yang tergenang air rob di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Selasa (20/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banjir rob dan abrasi sudah menjadi fenomena alam di pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura). Masyarakat di pesisir Pantura makin terdampak oleh kenaikan air permukaan laut, dan penurunan permukaan tanah.

Dan faktanya, akhir-akhir ini banjir rob makin sering terjadi. Bahkan dalam sebulan bisa terjadi 3 kali rob.

Abrasi makin ganas dan terus menggerogoti daratan. Dan air rob menggenangi daratan, tiap bulan purnama, makin lama keringnya. Alias, genangan air rob terjadi di desa-desa terdekat pantai. Bahkan puluhan desa sudah dikosongkan oleh penduduknya.

Kondisi demikian terjadi di Kota Tegal, Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, dan sebagainya.

Rumah-rumah di pesisir pantai yang terdampak rob dan abrasi, sudah berkali-kali ditimbun dan ditinggikan hingga dibuat dua lantai. Dan faktanya tidak sedikit rumah, bagian lantai satu tergenang rob.

Sebut saja di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, atau di Sayung, dan Bonang Kabupaten Demak serta daerah lainnya.

Pantauan Tribunjateng.com di RW 03 Kampung Muaraanyar, Muarareja, Selasa (20/12/2022) pagi, rob setinggi kira-kira 30 sentimeter menggenangi perkampungan di bibir pantai tersebut.

Genangan air memasuki beberapa rumah warga yang belum dilakukan peninggian. Tambak bandeng yang berada persis di sisi jalan akses warga terendam air rob. Beberapa warga harus mendorong sepeda motornya yang mogok untuk melintasi genengan air rob.

Air rob mulai naik pukul 04.00 WIB, lalu surut mulai pukul 09.00. Di Kampung Muaraanyar sendiri, tiga rumah sudah kosong dan tidak ditempati karena tergenang rob. Dua di antaranya bahkan sudah dirobohkan oleh pemiliknya.

Seorang warga, Tika (36) mengatakan, Kampung Muaraanyar yang berada 500 meter dari bibir pantai masuk dalam wilayah RW 03 Kelurahan Muarareja. Ada enam rumah di lingkungannya, tiga di antaranya sudah tidak dihuni. Pemiliknya lebih memilih tinggal bersama saudara atau membangun rumah baru.

Makin Sering

Ia mengatakan, saat ini rob lebih sering terjadi. Jika dulu biasanya tahunan, kini seminggu bahkan dua minggu sekali pasti terjadi rob.

"Seperti minggu ini, sudah tiga hari rob. Padahal dua minggu lalu baru saja rob," katanya kepada tribunjateng.com, Selasa (20/12/2022).

Tika mengaku untuk meninggikan rumah butuh biaya Rp 40an juta. Sangat mahal baginya. Saat ini baru menimbun atau meninggikan bagian depan rumah kira-kira setengah meter. Itu pun sudah keluar biaya Rp 5 juta.

"Kalau rob seperti ini sangat mengganggu aktivitas warga, sepeda motor jadi mogok," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved