Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Stok Aman, Ganjar Pranowo Sebut Jawa Tengah Tak Perlu Jatah Beras Impor: Justru Beras Jateng Piknik

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat tidak memberikan beras impor ke wilayahnya

Editor: muslimah
KOMPAS / HENDRA A SETYAWAN
Ilustrasi beras di gudang Bulog 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat tidak memberikan beras impor ke wilayahnya.

Hal tersebut menyikapi keputusan pemerintah pusat untuk mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton dalam rangka memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang ditargetkan sebanyak 1,2 juta ton pada akhir tahun 2022.

Menurut Ganjar, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah produksi padi paling besar di Indonesia.

"Maka kemarin ada yang protes, mudah-mudahan BULOG akan bisa mengendalikan, Badan Pangan Nasional juga mengendalikan, Kementerian Perdagangan (Mendag) mengendalikan, ya Jawa Tengah nggak perlu ya (impor beras) jangan sampai masuk," kata Ganjar, Senin (26/12/2022).

Baca juga: Masroni Masih Trauma dan Sering Pingsan, Istri dan Bayinya Tewas Dibunuh 2 Remaja Secara Sadis

Baca juga: Talud Longsor di Candisari Semarang Timpa 1 Mobil dan 4 Rumah, 1 Korban Luka Dibawa ke RS

Ia pun mengungkap dirinya menerima protes dari para pedagang di Sragen agar beras impor tak masuk ke wilayah Jawa Tengah.

"Kemarin Sragen yang menyampaikan ke saya jangan masuk. Terus para pedagangnya protes, kan yang di Sragen juga lumbung ya," ucapnya.

"Maka betul-betul, tolong ditahan. Bisa dimasukkan ke daerah-daerah yang lebih membutuhkan," sambungnya.

Ganjar menyebut produksi padi di Jawa Tengah merupakan salah satu terbesar di Indonesia.

Ia pun menegaskan bila stok berasa di Jawa Tengah saat ini masih aman.

Bahkan, beras dari Jawa Tengah justru masuk ke luar wilayah Jawa Tengah.

"Beras kita juga piknik, beras kita juga pergi kemana-mana karena kita penghasil yang cukup tinggi," kata Ganjar.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi dan beras Jateng merupakan yang terbesar ke-2 di Indonesia pada 2022.

Produksi padi Jateng mencapai 9,7 juta ton padi, beras 5,5 juta ton, serta luas panen 1,7 juta hektare.

Ganjar menjelaskan, Jateng sendiri memiliki lumbung beras besar yang berada di Kabupaten Sragen dengan luas panen 131,9 ribu hektare dan 805,8 ribu ton produksi gabah kering giling (GKG).

Karena itu, Ganjar meminta pemerintah pusat tidak perlu memberikan beras impor ke Jateng.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved