Berita Jateng
Bonbin Jurug dan Balekambang Solo Masih Proses Revitalisasi, Wisatawan Beralih ke Pasar Tradisional
Sejumlah pasar tradisional menjadi alternatif destinasi wisata masyarakat saat berlibur di Kota Solo. Mereka berburu dan menikmati lezatnya ragam kuli
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sejumlah pasar tradisional menjadi alternatif destinasi wisata masyarakat saat berlibur di Kota Solo. Mereka berburu dan menikmati lezatnya ragam kuliner tradisional yang ada di Kota Bengawan.
Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Kota Solo, Gembong Hadi menyampaikan pasar tradisional jadi jujugan saat objek wisata unggulan, seperti Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Taman Balekambang masih ditutup karena masih proses revitalisasi.
Berdasarkan pengawasan yang dia lakukan, lanjut dia, Pasar Gede jadi salah satu jujugan turis domestik yang paling ramai dikunjungi sepanjang libur Natal dan Tahun Baru 2023.
"Biasanya memang TSTJ dan Taman Balekambang yang jadi unggulan, karena masih revitalisasi kunjungan wisatawannya terpecah ke beberapa titik. Salah satu yang paling ramai di Pasar Gede, banyak wisatawan berburu oleh-oleh atau kuliner khas seperti Dawet Bu Dermi dan lainnya. Tumplek blek di Pasar Gede semua," ucapnya, Selasa (3/1/2023).
Selain Pasar Gede, dia mengungkapkan, kawasan pusat perbelanjaan seperti PGS (Pusat Grosir Solo) dan BTC (Beteng Trade Center) hingga Pasar Klewer juga diserbu banyak wisatawan.
Wisatawan yang mayoritas didominasi turis lokal itu membeli oleh-oleh beruba baju untuk dibawa ke kota masing-masing.
"Daya tarik wisata belanja maupun kuliner meningkat pesat. Hampir tidak ada toko oleh-oleh atau warung makan dan resto yang sepi," jelasnya.
Selain itu, destinasi wisata lain yang bisa dikategorikan ramai adalah Keraton Kasunanan Surakarta yang masih menggratiskan para wisatawan hingga Minggu (1/1/2023) lalu.
Kemudian, yang ramai juga Pura Mangkunegaran dengan paket wisata, seperti demo pembuatan apem dan pertunjukan tarian, serta wisata museum seperti yang ramai di Museum Danarhadi.
"Ini awal yang baik untuk kunjungan wisata. Tahun 2023 (ditargetkan) sekitar 1,4 juta wisatawan lokal dan 4,9 ribu wisatawan mancanegara. Kami optimis target ini bisa tercapai hingga akhir 2023 nanti," ungkapnya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa menuturkan, proses revitalisasi beberapa wisata akan jadi momentum untuk percepatan pembangunan fisik dan ekonomi Kota Solo
Ini terlihat dari banyaknya revitalisasi objek wisata yang sudah dilakukan maupun sedang berlangsung saat ini.
Dia berharap, industri kepariwisataan ini bisa tumbuh dengan baik dan bisa mendatangkan banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
"Itukan ada di dinas-dinas terkait, penguatan ekonominya ada di (Dinas) UMKM dan Perdagangan," tandasnya. (*)
Baca juga: Prediksi Skor Vietnam Vs Myanmar Piala AFF 2022, Golden Star Berpeluang Hadapi Garuda di Semifinal
Baca juga: PPLN Demak Beri Bantuan Mie Instan Kepada Warga Desa Prampelan Demak
Baca juga: Cinta Terlarang Oknum Jaksa dan Pengacara Terbongkar Setelah Suami Gerebek Istri Berzina di Hotel
Baca juga: Prediksi Skor Malaysia Vs Singapura Piala AFF 2022, Harimau Malaya di Jalani Laga Hidup Mati
3,37 Ton Sampah Belum Terkelola Dengan Baik, Pemprov Jateng Upayakan Penyelesaian |
![]() |
---|
Ini Alasan Polda Jateng Hentikan Penyelidikan Kasus Hak Siar Nenek Endang: Alhamdulillah |
![]() |
---|
Regenerasi Dalam Korupsi, Sosok Dua Sekda Klaten Rugikan Negara Rp6,8 M Kasus Sewa Plasa |
![]() |
---|
Berdayakan Potensi Desa/Kelurahan, 1.750 Koperasi Merah Putih di Jateng Sudah Operasional |
![]() |
---|
Masih Kalah Dari Subang, Buruh Tuntut Kenaikan UMK 2026 Jadi Rp 3,7 Juta di Kota Semarang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.