Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Sejarah

SOSOK Herman Thomas Karsten Perancang Tata Kota Semarang, Arsitek Belanda Sangat Hargai Budaya Jawa

Konsep garden city pernah diterapkan dalam tata kelola kota di Kota Semarang pada awal abad 20.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
Dok Cote & O’Neill
Herman Thomas Karsten pada 1911 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Konsep garden city pernah diterapkan dalam tata kelola kota di Kota Semarang pada awal abad 20.

Pencetusnya adalah Herman Thomas Karsten, seorang arsitek yang ditunjuk oleh pemerintahan Hindia-Belanda untuk menata Kota Semarang pada 1914.

Lewat karya arsitekturnya, Karsten sangat berkontribusi dalam pengembangan Kota Semarang di era kolonial.

Bahkan pemerintah Hindia-Belanda menyebutkan Karsten sebagai sebagai perancang modernisme Semarang.

Karya arsitektur Karsten di Kota Semarang juga tercatat dalam buku The life and work of Thomas Karsten, Architecture and Natura, karya Joost Cote and Hugh O’Neill.

Di masa itu, Kota Semarang merupakan  satu di antara pusat ekonomi Hindia-Belanda dalam hal ekspor produk pertanian.

Guna menunjang perkembangan perekonomian pemerintah Hindia-Belanda, pembangunan infrastruktur hingga akses transportasi dilakukan secara masif di Kota Semarang.

Perkembangan itu menjadikan Kota Semarang layaknya magnet bagi masyarakat. Baik pribumi, pedagang hingga masyarakat Hindia-Belanda berbondong-bondong datang ke Kota Semarang.

Populasi penduduk di Kota Semarang pun melejit dan menimbulkan berbagai masalah perkotaan.

Minimnya pemukiman layak huni, pertumbuhan kampung urban secara organik, masalah sanitasi, kebersihan hingga estetika perkotaan jadi problematika yang dihadapi pemerintah Hindia-Belanda saat itu.

Karsten pun ditugaskan oleh pemerintah kolonial untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada 1919 ia menerapkan rencana kota yang merefleksikan teori desain kota Eropa modern dengan konsep garden city.

Dalam penerapannya, Karsten lebih menekankan tata kota yang fungsional, harmonis dan organis. Konsep itu dianggap sebagai sebuah rencana kota pertama ekstensif dan komprehensif di Hindia-Belanda.

Rencana Karsten tersebut mencakup area selatan Kota Semarang, yang kemudian dinamai Candi Baru, serta kawasan menuju pusat kota.

Lokasi tersebut ada di wilayah Peterongan-Pekunden, Lempongsari hingga Sompok.

Di tahun yang sama, Karsten kembali menyumbangkan gagasan dalam realisasi proyek rumah rakyat Mlaten di Kampung Sompok, yang kini menjadi Kelurahan Bugangan, Semarang Timur. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved