Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Jalan Akses Objek Wisata Srikeminut Ambles 3 Meter, Bupati Bantul: Ada Fenomena Alam Spesifik

Jalan ambles di Padukuhan Kedungmiri, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, diduga karena fenomena alam.

Editor: raka f pujangga
Kompas.com/Dok Warga
Jalan ambles di Padukuhan Kedungmiri, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Jalan ambles di Padukuhan Kedungmiri, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, diduga karena fenomena alam.

Penurunan tanah terus terjadi dari semula hanya 30 sentimeter (Cm) pada akhir tahun lalu, kini sudah mencapai hampir tiga meter.

"Beberapa kali diperbaiki terus ada kerusakan. Kita menduga ada fenomena alam spesifik di kawasan tersebut," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih kepada wartawan di Bantul Rabu (4/1/2023).

Dijelaskannya, pada awalnya penurunan turun berlahan setiap hari di jalan sepanjang 50 meter yang merupakan akses ke objek wisata Srikeminut itu.

Baca juga: Hati-Hati Jembatan Lopasir di Jatilawang Banyumas Ambles, Kendaraan Roda Empat Dilarang Melintas

Hingga akhirnya turun lumayan dalam sekitar 30 sentimeter pada 29 Desember 2022.

Menurut dia, tanah terus bergerak ke dalam dan tidak melebar ke sungai. Lokasi jalan ambles tepat di pinggir Sungai Oya.

"Pertama kali saya ke sana dikabari itu baru 30 cm, hari ini sudah hampir 3 meter. Setiap hari terjadi penurunan, dan turunnya di mana? kita enggak tau. Sampai hari ini tidak tahu, (amblesan) tidak keluar ke sungai, tapi ditengarai ambles ke dalam," kata Halim. 

"Saya bukan ahli geologi ya, saya menduga ada fenomena geologis yang memerlukan expert geologi," kata dia.

Halim meminta  Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk bekerja sama dengan pakar geologi, untuk mengetahui penyebab amblesan jalan itu.

"Sehingga ini tidak hanya wilayah Teknik sipil saja, kita mesti melibatkan pakar geologi. saya minta PU (DPUPKP) untuk melakukan kerja sama dengan pakar geologi, untuk menemukan sebab," ujar dia.

Baca juga: Meski Ambles, Jalan Alternatif Unnes Undip Semarang Tetap Bisa Dilewati

"Setelah ditemukan sebab, nanti akan kita minta rekomendasi pakar geologi kontruksi bangunan yang tepat pada kondisi seperti itu," kata dia.

Untuk jangka pendek belum bisa dilakukan, karena tanah terus ambles.

"Sementara, supaya masyarakat untuk tidak melalui jalur itu, karena kita tidak mungkin melakukan penanggulangan lebih permanen pada saat ini karena tanah masih terus bergerak.

Kepala DPUPKP Bantul Aris Suharyanta mengatakan, ruas jalan yang rusak masih tanggung jawab pemenang tender.

Diakuinya sudah beberapa kali dilakukan perbaikan namun amblas lagi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved