Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Sulthon Ditemukan di Bendungan Welahan Jepara setelah Terseret Arus Sungai Turut

Jasad Sulthon (14) yang sempat hilang setelah terseret arus Sungai Turut di Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, telah ditemukan.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: m nur huda
Dok. BPBD Jepara
Sejumlah relawan mencari korban terseret arus. Korban ditemukan di Bendungan Welahan Jepara, Rabu (4/1/2023) semalam. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Jasad Sulthon (14) yang sempat hilang setelah terseret arus Sungai Turut di Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, telah ditemukan.

Ia ditemukan di Bendungan Welahan yang terletak di Desa Ketileng Singolelo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Rabu (4/1/2023) dini hari, sekira pukul 00.00 WIB.

Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyampaikan, pihaknya langsung membawa korban ke Puskesmas Welahan untuk dilakukan visum.

"Dan langsung diserahterimakan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," terangnya.

Dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi pencarian ditutup.

Sebelumnya diberitakan,  titik pencarian orang hilang terseret arus diperluas. Relawan gabungan mencari korban hingga 15 kilometer dari lokasi korban terseret.

Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, pencarian hari kedua ini dimulai sekira pukul 07.30 WIB. Tim relawan melakukan penyisiran dengan perahu karet.

"Penyisiran dari titik lokasi sampai Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan. Sejauh kurang lebih 15 kilometer," imbuhnya.

Pencarian ini terus dilakukan untuk menemukan Sulthon (14), warga Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan. Santri Ponpes Al Falah di Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan itu terseret arus saat bilas di Sungai Turut yang berlokasi di Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Selasa (2/1/2023).

Kejadian itu berlangsung sekira pukul 15.30 WIB.

Saat itu ia dan teman-temannya usai bermain sepakbola di Lapangan Margoyoso. Kemudian setelah bermain ia hendak membilas tubuhnya.

Nahas, arus sungai yang deras menyeretnya dan hingga kini belum ditemukan.

Pada pencarian hari pertama, tim relawan mencari korban di bawah Jembatan Kali Bakalan. Pencarian hingga malam hari itu belum membuahkan hasil.

Hingga sore, tim relawan masih menyisir sejumlah lokasi untuk menemukan korban.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved