Permintaan Emas Antam Tak Terpengaruh Ancaman Resesi Global

Penjualan emas Antam pada 2022 melebihi target. Penjualan yang ditargetkan sebesar 27 ton, mampu melewati hingga 33,8 ton.

Editor: Vito
tribunjateng/ruth novita lusiani
ilustrasi - Emas antam 25 gram, di Butik Emas Logam Mulia Semarang, berlokasi di blok A7 DP Mall, Jalan Pemuda No 150 Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) optimistis ancaman global resesi di 2023 tidak akan mempengaruhi penjualan emas produksinya. Malahan, penjualan emas Antam disebut akan lebih agresif dari sebelumnya.

General Manager Logam Mulia Unit Bisnis Antam, Purwanto mengatakan, hal itu dapat terjadi karena penjualan emas tergantung permintaan pasar.

"Jadi, kalau masyarakat merasa nyaman dengan nilainya emas, saya rasa penjualan akan mengikuti grafik atau skematik penjualannya. Seperti itulah antusias masyarakat," katanya, di kawasan Hayam Wuruk, Jakata Barat, Kamis (5/1).

Menurut dia, penjualan emas Antam pada 2022 melebihi target. Penjualan yang ditargetkan sebesar 27 ton, mampu melewati hingga 33,8 ton. "Artinya, serapan pasar atau antusias masyarakat menyimpan emas sangat luar biasa," jelasnya.

Purwanto meyakini, penjualan emas Antam di tahun-tahun mendatang akan selalu bertambah, karena masyarakat sudah mulai paham akan instrumen investasi seperti emas.

Menurut dia, emas merupakan safe-haven atau pelindung nilai dari harta yang disimpan oleh masyarakat secara pribadi.

"Masyarakat mulai melek dengan emas. Artinya, emas bisa dijadikan sarang penyimpanan investasi yang notabene antiinflasi," ucapnya. 

Adapun, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus bergerak mendekati rekor tertingginya yang sempat tercatat pada 7 Agustus 2022 lalu mencapai Rp 1,065 juta/gram. Hal itu bersamaan dengan terus meningkatnya harga emas spot.

Pada Kamis (5/1), harga emas Antam di Kota Semarang tercatat mencapai Rp 1,04 juta, naik Rp 7.000 dari hari sebelumnya Rp 1,033 juta/gram. Harga pada Rabu (4/1) itu juga tercatat naik Rp 2.000 dari harga pada Selasa (3/1) di level Rp 1,031 juta/gram.

Lonjakan harga emas Antam ditopang reli kenaikan harga emas spot yang berlum terhenti di hari kelima perdagangan berturut-turut mengawali tahun ini.

Harga emas kembali menguat di hari kelima perdagangan berturut-turut pada Kamis (5/1). Pelemahan nilai tukar dollar AS turut menopang kenaikan harga emas. Sementara pelaku pasar bersiap untuk data pekerjaan AS yang dapat memengaruhi lintasan kebijakan Federal Reserve.

Pada Kamis (5/1) pukul 10.41, harga emas spot naik 0,1 persen ke level 1.856,11 dollar AS per ons troi. Harga emas mencapai level tertinggi sejak 17 Juni 2022. Dalam 5 hari terakhir, harga emas mengakumulasi kenaikan 2,87 persen.

Sedangkan harga emas kontrak Februari 2023 di Commodity Exchange juga naik 0,1 persen ke level 1.861,20 dollar AS per ons troi. Harga emas berjangka itupun mengakumulasi kenaikan 5 hari beruntun hingga 2,5 persen.

Indeks dollar AS yang mengalami penurunan 0,1 persen, membuat emas batangan dengan harga greenback lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain. (Tribunnews/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved