Berita Semarang
Pasca Banjir di Tembalang, Pemkot Semarang Akan Bangun Bendungan di Perbatasan
Agar banjir bandang di Kecamatan Tembalang tidak terjadi lagi, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, akan membangun bendungan di Sungai
Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Agar banjir bandang di Kecamatan Tembalang tidak terjadi lagi, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, akan membangun bendungan di Sungai Mluweh, yang berlokasi di perbatasan Kota dengan Kabupaten Semarang.
Rencana pembuatan bendungan tersebut akan dirapatkan terlebih dahulu antara Pemkot dengan Pemkab Semarang, pada minggu depan.
"Tadi kami sampaikan mungkin diperlukan yang pertama adalah pembuatan bendungan diantara sungai Mluweh," jelas Ita kepada awak media, Sabtu (7/1/2022.
Ita berharap koordinasinya dengan Bupati Semarang bisa berjalan dengan baik.
"Diharapkan dengan nantinya ada koordinasi dengan Pak Bupati Semarang, (agar bencana alam) ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari," harapnya.
Berita sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari jajaran Pemkot Semarang, TNI, Polisi, Relawan serta Masyarakat, melakukan pembersihan lumpur dari sisa banjir bandang yang menerjang sejumlah RW di Kelurahan Rowosari, Sabtu (7/6/2023).
"Kami Pemerintah Kota Semarang dibantu oleh TNI, Polri. Tadi ada dari Polrestabes dari Kodim semua bersama-sama, termasuk dari relawan melakukan pembersihan pembersihan di Rowosari," ujarnya saat meninjau warga Kelurahan Rowosari yang terdampak banjir, Sabtu (7/1/2022)
Ita berharap pembersihan sisa lumpur yang terbawa arus banjir bisa selesai dalam satu hingga dua hari kedepan. Hal itu dimaksudkan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.
Dalam upaya melakukan pembersihan lumpur di Kelurahan Rowosari, pihaknya mengerahkan kendaraan Damkar, dengan ukuran yang cukup besar.
"Ini yang agak susah masuk adalah truk untuk Damkar, karena ini tempatnya kecil. Makanya saya minta untuk diganti (rute) yang wilayah - wilayah bisa dilalui truk-truk yang besar, kalau disini itu yang bisa untuk ukuran yang kecil," jelasnya.
Menurut Ita, banjir bandang yang menerjang tiga RW di Kelurahan Rowosari hampir mirip dengan kejadian banjir bandang di Perumahan Wahyu Utomo Ngaliyan beberapa bulan yang lalu.
"Seperti ini kalau saya lihat, seperti kayak di Wahyu Utomo, jadi banjirnya hanya lewat membawa lumpur yang di beberapa tempat juga tinggi," ungkapnya.
Agar banjir tidak menerjang kembali di sejumlah wilayah Kecamatan Tembalang ini, Ita berencana akan membuat tanggul kis dam atau tangul sementara untuk menutup tangul sungai Kali Babon yang jebol.
"Kali Babon adalah bagian dari BBWS, sama-sama kami suport dari Pemerintah Kota Semarang melakukan pembuatan tangul - tangul kis dam," bebernya.
Ita berharap musibah banjir di Kota Semarang tidak terjadi lagi. "Moga - moga yang tadi malem itu yang terakhir, tapi kita akan mengantisipasi, terkait dengan curah hujan dari Ungaran," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Plt-Wali-Kota-Semarang-Hevearita-Gunaryanti-Rahayu-memberikan-bantuan.jpg)