Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Misteri Suara Gemuruh dan Air Keruh di Gunung Mereki Gorontalo Terjawab Lewat Citra Google Earth

Misteri suara gemuruh di Gunung Mereki Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo mulai terkuak

Editor: rival al manaf
.(KOMPAS.COM/CITRA GOOGLE EARTH)
Melalui citra Google Earth diketahui ada longsor besar di Gunung Mereki Kecamatan Bone Pantai Kabuipaten Bone Bolango 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Misteri suara gemuruh di Gunung Mereki Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo mulai terkuak.

Sebelumnya warga sekitar merasa was-was atas suara gemuruh di gunung tersebut.

Setelah suara gemuruh, air Sungai Aladi yang mengalir di kaki gunung juga berubah mejadi keruh.

Baca juga: Seorang Jenderal Amerika Dicopot Gara-gara Perintahkan Anak Buah Antarkan Ibunya ke Pasar

Baca juga: Jadwal Leg Kedua Semifinal Piala AFF 2022 Vietnam Vs Indonesia, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final

Baca juga: Yoyok Pastikan Tak Akan Ganti Pelatih PSIS Semarang dari Ian Andrew Gillan

Padahal sehari-hari warga bergantung pada air sungai ini untuk kegiatan rumah tangga atau lainnya.

Karena penasaran dengan misteri ini, sejumlah Pemerintah Desa Pelita Hijau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango dan Camat Bone Pantai mengecek di bagian atas yang menjadi sumber suara aneh.

Sebelumnya, warga juga secara mandiri melakukan pengecekan ke area ini.

Bahkan rombongan warga ini menemukan tumpukan batuan seperti longsoran yang di bawahnya masih menyimpan air.

Mereka juga mendokumentasikan fenomena alam ini dengan kamera ponsel.

“Kami masyarakat Desa Pelita Hijau sudah mengecek langsung apa yang menjadi laporan warga terkait gerakan tanah bercampur lumpur yang membuat Sungai Aladi keruh terus-menerus."

"Kami 10 orang pukul 9 pagi masuk hutan naik ke Gunung Mereki dipimpin Kepala Dusun 1,” kata Abdul Rahman Barisi dalam akun media sosialnya.

Perjalanan warga ini cukup berat karena menyusuri hutan yang jalannya menanjak.

Tepat pukul 13.00 Wita rombongan warga ini mencapai puncak.

Di puncak Gunung Mereki mereka menemukan kondisi tanah yang terbelah-belah seluas dua hektar.

Mereka juga melihat langsung ada gerakan tanah yang bercampur lumpur mengalir ke Sungai Aladi, ini yang menyebabkan sungai ini keruh terus.

Abdul Rahman Barisi dan rombongan juga menemukan tumpukan lumpur seluas setengah hektar di bawa puncak Gunung Mereki, sekitar 300 meter dari sungai Aladi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved