Berita Banyumas
Hoax, Bocah Kelas 3 SD di Banyumas Bola Mata Pecah Akibat Permainan Lato-Lato, Ini Kata Bu Lurah
Sebuah foto anak terbaring dalam kondisi satu mata diperban dengan caption bola mata pecah akibat main lato-lato tersebar melalui pesan berantai
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sebuah foto anak terbaring dalam kondisi satu mata diperban dengan caption bola mata pecah akibat main lato-lato tersebar melalui pesan berantai.
Dalam captionnya tertulis: "Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh sedulur.... mau saling mengingatkan yang pada punya anak main lato-lato diawasin yaa," tulis pesan itu.
Pesan itu diteruskan secara berantai di grup-grup WA.
Pada keterangan foto tertulis seorang bocah SD di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas alami buta sebelah.
Baca juga: 2 Bus Penuh Penumpang Tabrakan Adu Banteng, Kecelakaan Maut Tewaskan 40 Orang dan Lukai 80 Lainnya
Baca juga: Lihat Ekspresinya Saat Unjuk Kebolehan, Bocah 2 Tahun Ini Disebut Sebagai Pemain Lato-lato Tergemoy
Hal itu diakibatkan bola matanya pecah usai bermain permainan viral lato-lato.
Si pembuat pesan menyampaikan, ingin saling mengingatkan agar anak-anak yang bermain permainan viral lato-lato itu jangan lepas pengawasan dari orang tua.
"Ini anak Jalan Gereja Sokanegara SD kelas 3 main lato-lato kena bola mata pecah akhirnya di angkat dan mata buta sebelah.
Mengingatkan sing esih pada kagungan putra cilik sing ati-ati.
(Mengingatkan yang masih punya anak kecil hati-hati)," kata si pembuat pesan.
Namun berita teraebut ternyata HOAX.
Lurah Sokanegara, Khalimah Miskia, mengatakan sejak pesan berantai itu beredar, dia banyak mendapatkan telpon dan WA terkait kebenaran kabar itu.
"Baru tadi pagi saya tahu, banyak yang telpon.
Banyak yang wa, bu lurah betul tidak ini," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (9/1/2023).
Pihaknya lalu mengecek dengan mendatangi SDN Sokanegara 1 dan SDN Sokanegara 3.
"Kita ngecek ke SDN 1 dan SDN 3, ternyata tidak ada sama sekali siswa tersebut yang diberitakan," ungkapnya.
Dalam pesan berantai yang beredar itu disebutkan di jalan Gereja.
"Disitukan ada di jalan gereja Sokanegara siswa kelas 3, ada yang berpersepsi SDN Soka 3, tetapi kepalanya sekolahnya juga bilang bukan," imbuhnya.
Lurah Sokanegara pun menghimbau, agar warga Sokanegara agar dapat menyaring informasi terlebih dahulu sebelum membagikan kabar yang belum jelas kebenarannya. (jti)