Guru Berkarya
Demonstrasi Tingkatkan Keterampilan Siswa Berpidato Persuasif
Kemampuan berpidato persuasif merupakan unsur penting yang harus dimiliki oleh siswa dalam pelajaran bahasa Indonesia.
Oleh: Norma Azizah., Guru SMP Negeri 2 Grabag Kabupaten Magelang
Kemampuan berpidato persuasif merupakan unsur penting yang harus dimiliki oleh siswa dalam pelajaran bahasa Indonesia. Apabila siswa mahir berpidato persuasif ia akan mahir mengolah kata, mengajak orang lain berbuat baik, mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Asumsi tersbut didukung oleh pendapat Rika Pangesti (2021) yang menyatakan bahwa pidato persuasif bersifat mengimbau atau mengajak masyarakat untuk berbuat sesuatu yang lebih berguna bagi kehidupan, sehingga dapat menggerakkan masyarakat untuk berbuat lebih baik dan lebih kreatif.
Namun demikian bukan hal yang mudah untuk meningkatkan kemampuan berpidato persuasif siswa. Ini terbukti dari perolehan nilai siswa di SMP Negeri 2 Grabag Kabupaten Magelang pada kompetensi dasar keterampilan berpidato yang sebagian besar masih di bawah KKM. Kesulitan ini disebabkan beberapa hal, diantaranya: (1) siswa kurang percaya diri; (2) siswa kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan ide/gagasannya; (3) siswa kesulitan menguasai materi yang akan disampaikan. Karena hal tersebut siswa menjadi kurang termotivasi untuk mengikuti pelajaran bahasa Indonesia terutama materi keterampilan berpidato persuasif. Apabila kondisi tersebut terus terjadi maka siswa tidak akan terampil dan berani tampil di hadapan publik. Padahal keterampilan berkomunikasi dalam lingkup sosial merupakan hal yang sangat dibutuhkan saat siswa telah lulus dari pendidikan formal di sekolah.
Guna mengatasi permasalahan terkait belum optimalnya hasil belajar siswa dalam materi pidato persuasif, maka guru guru harus melaksanakan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik sehingga siswa akan lebih tertarik mengikuti pembelajaran. Strategi yang diimplementasikan guru dalam pembelajaran keterampilan pidato persuasif adalah metode demontrasi. Metode demontrasi dapat mempermudah siswa untuk mempraktikkan pidato persuasif karena siswa akan diberikan contoh-contoh cara berpidato yang baik dan benar kemudian melakukan eksplorasi secara optimal. Adapun manfaat dari metode demonstrasi menurut Syaiful Bahri Djamarah (2014) antara lain: (1) perhatian siswa dapat lebih terpusat pada demonstrasi yang diberikan; (2) proses belajar siswa dapat lebih terarah pada materi yang diajarkan; (3) pengalaman dan kesan akan lebih melekat pada diri siswa. Adapun keunggulan dari metode demonstrasi sehingga bisa dijadikan landasan untuk kelayakan implementasi dalam pembelajaran pidato persuasif antara lain: (1) membantu siswa memahami cara bepidato; (2) siswa akan lebih jelas karena langsung melihat contoh; (3) kesalahan-kesalahan yang ada dalam contoh dapat langsung diperbaiki. Namun demikian, metode demonstrasi juga berpotensi membuat siswa hanya meniru apa yang dicontohkan tanpa melakukan penggalian kemampuan diri. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari guru.
Berdasarkan manfaat serta keunggulan dari metode demonstrasi dalam proses pembelajaran, terutama di materi pidato persuasif, penulis meyakini bahwa implementasi metode demonstrasi yang ideal sesuai dengan ketentuan formal implementasi model secara efektif akan dapat meningkatkan kompetensi siswa terutama dalam kemampuan melaksanakan pidato persuasif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Norma-Azizah-Guru-SMP-Negeri-2-Grabag-Kabupaten-Magelang_1.jpg)