UNDIP Semarang
FT Undip dan Pukyong National University Perkuat Kerjasama
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di lakukan di ruang teater Lt 4 FT Undip, Senin (16/1).
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM - Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) terus mendukung program pemerintah dalam upaya percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Kali ini kampus asal Semarang itu menjalin kerjasama dengan Pukyong National University.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di lakukan di ruang teater Lt 4 FT Undip, Senin (16/1).
Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FT Undip, Prof.Ir. M. Agung Wibowo,MM, MSc, PhD, serta perwakilan dari Pukyong National University, Prof Jei-Pil Wang dan Prof Choi Kwang-Hwan, Ph.D.
Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof.Ir. M. Agung Wibowo,MM, MSc, PhD mengatakan pihaknya terus berusaha untuk menjadi fakultas teknik yang unggul dengan berbasis research di level internasional.
Kerjasama ini merupakan bentuk kepercayaan atas kompetensi serta komitmen FT Undip untuk mencapai hal tersebut.
Dalam kesempatan itu dilakukan penyerahan hibah berupa alat Solar Dessicant Cooling/Heating System by using Photovoltaic Thermal Collector.
Digunakan untuk menggantikan AC yang boros energi, sehingga menggunakan energi surya untuk menggerakan fluida dessicant sebagai penyerap kelembaban udara, kemudian menggunakan chiller untuk mendinginkan ruangan.
Setelah kelembaban udara turun baru ruangan didinginkan menggunakan AC dengan daya tentunya lebih rendah dari Ac yang ada saat ini.
Rencananya alat ini akan difungsikan di Fakultas Teknik Departemen Teknik Mesin, sebagai bahan uji coba sebelum diproduksi dalam jumlah banyak.
Diharapkan kerjasama ini dapat bermanfaat dan menjadi upaya dalam mendukung program pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dean of Graduate School of Industry Pukyong National University, Jei-Pil Wang mengungkapkan alasan menggandeng Undip untuk bekerjasama adalah karena pihaknya sudah bekerja sama sejak lama dari tahun 2009 sejak sebelum Prof Choi menjadi Dekan.
"Kami juga menerima banyak mahasiswa Undip melalui program student exchange (pertukaran pelajar) juga beberapa dosen Undip yang mengambil PhD di Korea (PKNU)," imbuhnya.
Dijelaskannya, Undip banyak memberikan kontribusi pada Pukyong National University dan banyak hal yang sudah diraih di Korea dan di dunia. Karena itulah ia bersama Dr. Choi yang merupakan penyambung lidah dari generasi sebelumnya ingin mempertahankan dan memperkuat jalinan kerjasama ini termasuk dalam hal penelitian dengan memberikan hibah alat laboratorium yang dapat digunakan serta memberikan manfaat bersama dalam dunia pendidikan.
Professor, Tenure Department of Refrigeration Air-Conditioning Engineering Pukyong National University, Choi Kwang-Hwan, Ph.D menambahkan, alat ini ia desain di Korea dan dibawa ke FT Undip. Diharapkan ada perkembangan signifikan karena ia mengetahui bahwa iklim di Indonesia sangat mendukung untuk penelitiannya.
Pendingin ruangan ditenagai oleh listrik dimana itu adalah sumber energi yang boros dan ia harap dengan temuan ini sumber energi untuk pendingin ruangan bisa ditemukan dari tenaga surya. Alat laboratorium untuk melakukan efisiensi kerja Air Conditioner (AC) ini diklaim memiliki tingkat efisiensi 50-70 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/FT-Undip-dan-Pukyong-National-University-Perkuat-Kerjasama.jpg)