Berita Batang

Hadiri Rakornas dengan Presiden Jokowi, Pj Bupati Batang dan Forkopimda Jalan Kaki 4 Kilometer Lebih

Jajaran Forkopimda Kabupaten Batang rela harus berjalan kaki sepajang 4 kilometer.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Dok. Diskominfo Batang
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki bersama Forkopimda saat berjalan kaki menuju rapat kordinasi nasional dengan Presiden Joko Widodo di Sentul Convention Center. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang rela harus berjalan kaki sepajang 4 kilometer lebih untuk menuju lokasi rapat kordinasi nasional dengan Presiden Joko Widodo di Sentul Convention Center. 

Alhasil, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, Ketua DPRD Maulana Yusup, Dandim 0736, Letkol Inf Ahmad Alam, Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto dan Kepala Kejaksaan Negeri Batang, Mukharom sampai di lokasi acara dengan bercucuran keringat. 

Meski begitu, rombongan tersebut cukup menikmatinya dan menanggap hal itu untuk berolahraga.

“Rakornas Forkopimda ini se Indonesia, jadi banyak pejabat daerah yang membawa mobil sendiri yang menjadi macet, kitakan satu rombongan dengan bus, namun di tengah perjalanan menuju lokasi bus kita kena macet, jadi Pak Kapolres dan Pak Dandim memutuskan untuk jalan kaki,” tutur Lani.

Perjalanan menuju ke lokasi acara cukup jauh, kurang lebih 4 kilometer, hal itu pun membuat tidak sedikit masyarakat yang melihat rombongan Forkopimda Batang jalan kaki. 

Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki bersama Forkopimda saat berjalan kaki menuju rapat kordinasi nasional dengan Presiden Joko Widodo di Sentul Convention Center.
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki bersama Forkopimda saat berjalan kaki menuju rapat kordinasi nasional dengan Presiden Joko Widodo di Sentul Convention Center. (Dok. Diskominfo Batang)

“Kita kan tidak mau hadir terlambat di acara, ya jalan kaki ini kita anggap olahraga, meskipun cukup bikin nafas ngos-ngosan sih,” imbuhnya.


Ia beralasan penggunaan kendaraan bus untuk menghadiri Rakornas Forkopimda se-Indonesia dengan Presiden Joko Widodo, untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Jakarta. 
 
“Jakarta itu bisa dipastikan ada kemacetan setiap harinya, apalagi hari ini yang hampir semua pejabat Forkopimda se-Indonesia hadir di Jakarta.

Maka kita putuskan bersama untuk menggunakan bus, di samping lebih efisien, juga tidak menambah jumlah kendaraan dan memperparah kemacetan Jakarta,” ungkapnya. 
 
Lani juga menyampaikan rakornas mengenai penguatan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi yang dibuka langsung Presiden Joko Widodo tersebut sangat penting terlebih untuk Kabupaten Batang karena ada KITB.
 
“Rakornas ini sangat penting bagi Kabupaten Batang, terlebih Batang saat ini ditunjuk Presiden Joko Widodo sabagai pilot projek proyek strategis nasional (PSN) yakni Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT), kawasan tersebut salah satu upaya daya ungkit pulihkan ekonomi dari masa pandemi Covid-19,” jelasnya. 
 
Ia mengatakan KIT Batang menargetkan proyek strategis nasional (PSN) mulai beroperasional pada 2024. 

Hingga saat ini, nilai kontruksi dari 12 tennant mencapai Rp 5 triliun lebih.

Bukan hanya masalah operasional, pihak KIT Batang juga memfasilitasi UMKM Batang.

"Ada sekitar 20 ribu tenaga kerja akan terserap bertahap, adapun tennant yang segera beroperasi antara lain industri foot wear pada akhir 2023, lalu sebagian besar beroperasi pada akhir 2024," pungkasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved