Berita Jateng
Prioritas Pemberangkatan Haji 2023, Kemenag Jateng: Jemaah Tunda 2020 dan Lansia
Pada pemberangkatan haji tahun 2023, Kemenag Jateng akan memprioritaskan jemaah haji tunda tahun 2020 dan Lansia pada pemberangkatan haji tahun ini
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kuota pemberangkatan haji di Indonesia tahun 2023 telah dikembalikan seperti sedia kala menjadi 221.000 jemaah.
Begitu pun kuota jemaah haji di Jawa Tengah yang mencapai 29.000 jemaah.
Pada pemberangkatan haji tahun 2023, Kemenag Jateng akan memprioritaskan jemaah haji tunda tahun 2020 dan Lansia pada pemberangkatan haji tahun ini.
"Yang diprioritaskan ya yang kemarin tertunda (red: 2020) dan yang dijatah berangkat pada tahun 2023,"
"Lansia yang jatah berangkat kemarin 2022 namun belum berangkat juga diprioritaskan berangkat tahun ini." kata Plt Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jateng, Fitriyanto kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/1/2023).
Ia menuturkan, jemaah haji di Jateng yang berangkat tahun 2022 hanya 57 persen.
"Kuota haji di Jateng tahun 2022 sebanyak 13.776 jemaah, 14 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), serta 78 Petugas Haji Daerah (PHD) dengan jumlah 39 kloter," imbuhnya.
Baca juga: Ketakutan Dengar Permintaan Sopir, Siswi di Gresik Pilih Lompat dari Angkot, Diduga Bakal Diculik
Baca juga: Pisang Goreng Maut di Lampung Tengah, 3 Orang Tewas dan 4 Masuk RS, Saksi Sebut Rasanya Sangat Pahit
Akan tetapi, dalam pemberangkatan haji di tahun ini Kemenag Jateng belum membagi dan merinci kuota untuk masing-masing daerah kabupaten/kota.
Juga kuota jemaah tunda dan Lansia yang akan menjadi prioritas pemberangkatan haji tahun ini di Jawa Tengah.
"Kuota per kabupaten/kota belum kita bagi. Masih nunggu dari pusat. Begitu juga kuota jemaah tunda dan lansia yang akan berangkat tahun ini," jelasnya.
Terkait pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), pihaknya juga belum menentukan batasan waktu.
"Belum kita tentukan batasan waktu. Yang kemarin Menag sampaikan itu baru usulan," paparnya.
Menanggapi usulan biaya penyelenggaraan ibadah haji yang mencapai Rp 69 juta, ia menyebut kenaikan itu menjadi hal yang pasti akan terjadi.
"Tahun kemarin 39 juta. Kalau sekarang diusulkan 69 juta. Tapi itu kan masih sebatas usulan. Nanti akan dicek lagi kesesuaiannya," ucapnya. (*)
3,37 Ton Sampah Belum Terkelola Dengan Baik, Pemprov Jateng Upayakan Penyelesaian |
![]() |
---|
Ini Alasan Polda Jateng Hentikan Penyelidikan Kasus Hak Siar Nenek Endang: Alhamdulillah |
![]() |
---|
Regenerasi Dalam Korupsi, Sosok Dua Sekda Klaten Rugikan Negara Rp6,8 M Kasus Sewa Plasa |
![]() |
---|
Berdayakan Potensi Desa/Kelurahan, 1.750 Koperasi Merah Putih di Jateng Sudah Operasional |
![]() |
---|
Masih Kalah Dari Subang, Buruh Tuntut Kenaikan UMK 2026 Jadi Rp 3,7 Juta di Kota Semarang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.