Berita Ungaran
Polda Jateng Tanam Jagung di Pringapus, Dukung Program Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Satgas Pangan Polda Jateng tanam bibit jagung di lahan bekas tebangan Perhutani.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, KABUPATEN SEMARANG - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Jawa Tengah (Jateng) menanam bibit jagung di sebuah lahan bekas tebangan milik Perhutani di Dusun Jragung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (24/1/2023).
Penanaman di lahan seluas 15,6 hektare tersebut secara seremoni dilakukan oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Forkopimda Jateng dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha di petak 49 lahan itu.
Nantinya, total luas lahan yang akan ditanam jagung oleh Polda Jateng mencapai sekitar 450 hektare di berbagai wilayah.
Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, program itu bertujuan memberikan kontribusi bagi penguatan ketahanan pangan secara nasional.
Dia memerintahkan seluruh polres di wilayah Polda Jateng untuk mencari potensi lahan yang bisa digarap dan ditanami dioptimalkan melalui program kemitraan ini.
“Para anggota akan mencari tempat-tempat untuk ditanami. Kalau Satgas Pangan kami yang biasanya berfokus pada penindakan segala adanya pelanggaran kesediaan bahan pokok, kini mencoba untuk berupaya memperkuat ketahanan pangan dengan cara menanam jagung ini,” ungkapnya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio yang juga merupakan ketua Satgas Pangan Polda Jateng menambahkan, penanaman ini juga sebagai program diversifikasi lahan pangan untuk meningkatkan produksi jagung di Jateng.
Program tersebut juga melibatkan para petani setempat yang tergabung dalam Pak Tani Mitra Polisi (Patroli) untuk proses penanamannya.
“Ini sebagai pioneer di Jawa Tengah, nantinya di lain-lain tempat juga akan dilakukan,” katanya.
Sementara itu, Ganjar mengatakan, dirinya menghargai langkah Polda Jateng mendukung penguatan ketahanan pangan.
“Polri dengan ekstrakurikulernya ini bisa menjadi peluang kedaulatan pangan kita, saya harap komoditas pangan lain juga dapat ditanam secara bersama-sama di lahan yang belum dimanfaatkan potensinya,” ujarnya
Salah seorang petani, Suyitno Ihsan (71) mengaku senang dirinya dilibatkan program penanaman jagung tersebut.
Dia bersama temannya sesama petani bersiap menanam dengan dibantu bibit, pupuk dan obat-obatan.
Proses penanamannya sendiri menggunakan corn seeder machine atau alat tanam bibit jagung tancap dan cara kerjanya dengan menancapkan alat itu secara teratur di tanah yang disiapkan.
Secara teknis, lahan tersebut bisa dimanfaatkan menanam jagung untuk tiga bulan ke depan dengan sistem tumpangsari. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolda-jateng-tanam-benih1.jpg)