Gunung Anak Krakatau Erupsi

Tragedi 1883, Gunung Krakatau Meletus Dahsyat Akibatkan Tsunami 40 Meter dan 36.000 Orang Tewas

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi, Selasa (24/1/2023). Ketinggian kolom abu dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mencapai 300 Meter.

Editor: galih permadi
Wikimedia Common / CC BY-SA 3.0
Ilustrasi letusan dahsyat Gunung Krakatau 

TRIBUNJATENG.COM -Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi, Selasa (24/1/2023).

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi Magma ESDM.go.id, gunung api yang berada di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, itu mengalami erupsi pada pukul 18.50 WIB dan pukul 19.57 WIB, Selasa (24/1/2023).

Ketinggian kolom abu dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mencapai 300 Meter.

Akankah Gunung Anak Krakatau sedahsyat ibunya? 

Baca juga: Bocah 13 Tahun Tenggelam di Kali Ciliwung, Ditemukan Tewas di Pintu Air Manggarai

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi 10 Kali dalam 2 Hari, Status Siaga

Gunung Anak Krakatau ini masih sering disalahpahami sebagai Gunung Krakatau yang meletus dahsyat pada tahun 1883.

Ketika itu, letusan dahsyat Krakatau menimbulkan awan panas setinggi 70 km dan tsunami setinggi 40 meter dan menewaskan sekitar 36.000 orang.

Sebelum meletus tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 1883, Gunung Krakatau telah batuk-batuk sejak 20 Mei 1883.

Letusan dahsyat Krakatau menimbulkan awan panas setinggi 70 km dan tsunami setinggi 40 meter dan menewaskan sekitar 36.000 orang.

Sebelum meletus tahun 1883, Gunung Krakatau telah pernah meletus sekitar tahun 1680/1681.

Letusan ini  memunculkan tiga pulau yang saling berdekatan: Pulau Sertung, Pulau Rakata Kecil, dan Pulau Rakata.

Selama ini yang menjadi bacaan tentang letusan Gunung Krakatau adalah laporan penelitian lengkap GJ Symons dkk, The Eruption of Krakatoa and Subsequent Phenomena: Report of the Krakatoa Committee of the Royal Society (London, 1883).

Setelah Gunung Krakatau meledak pada tahun 1883 hingga mengakibatkan tsunami setinggi 40 meter, sang Anak Krakatau pun tumbuh hampir 50 tahun kemudian.

Dikutip dari Geo Magz, majalah terbitan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak Krakatau lahir ke permukaan laut pada 15 Januari 1929.

"Pada 20 Januari 1929, asap menjulang keluar dari tumpukan material gunung api yang baru muncul di permukaan, yang mulai tumbuh dari kedalaman laut 180 m. Itulah gunung yang baru lahir yang diberi nama Gunung Anak Krakatau. Anak gunung api ini tumbuh 4 m per tahun dan mempesona banyak orang," demikian tertulis dalam majalah milik Kementerian ESDM itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved