Pemerintah Sepakati Insentif Konversi Motor Listrik Rp 7 Juta

untuk tahun ini pemerintah menargetkan konversi motor BBM ke motor listrik menyasar 50.000 unit.

Editor: Vito
Raka F Pujangga
ilustrasi - Pengunjung melakukan test ride motor listrik Polytron Evo di showroom motor listrik di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat (1/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah telah menyepakati pemberian insentif sebesar Rp 7 juta untuk konversi kendaraan bermotor dengan bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan, dalam pertemuan dengan Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), dibahas soal pemberian insentif untuk program konversi motor listrik.

Selain itu, dalam sidang kabinet pun telah diputuskan bahwa Kementerian ESDM yang akan menjadi penanggung jawab untuk program ini.

"Jadi nanti Kementerian ESDM yang akan mengusulkan dana ke Kementerian Keuangan, dan akan mengelola," katanya, dalam Konferensi Pers Kinerja 2022 dan Target 2023, Selasa (31/1).

Menurut dia, untuk tahun ini pemerintah menargetkan konversi motor BBM ke motor listrik menyasar 50.000 unit. Saat ini, Kementerian ESDM tengah mematangkan skema untuk pemberian insentif tersebut.

Dadan menuturkan, pemberian insentif diperlukan untuk menciptakan biaya yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Sebagai gambaran, jika ingin mengonversi motor BBM menjadi motor listrik saat ini, maka masyarakat harus merogoh kocek hingga Rp 15 juta.

Meski demikian, ia menegaskan, saat ini anggaran tersebut belum disiapkan, di mana penyusunan skema insentif terus dimatangkan sejumlah pihak terkait.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, insentif kendaraan listrik telah dibahas dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Rabu (25/1).

Menurut dia, insentif yang akan diberikan untuk peralihan atau pembelian kendaraan listrik itu sebesar Rp 7 juta per unit. Kemudian untuk mobil akan diberikan insentif pengurangan pajak pembelian kurang dari 11 persen.

"Itu diberikan nanti apa, itu angkanya sudah ada, nanti diumumkan resmi kira-kira Rp 7 juta (motor listrik-Red), nanti tepatnya akan diberitahu. Nah, mobil akan diberikan insentifnya, mungkin dari pajaknya yang mungkin 11 persen, mungkin akan dikurangi beberapa persen," beber Luhut.

Sebagai informasi, 2 tahun dari sekarang, pemerintah ingin mengubah kendaraan yang awalnya menggunakan BBM menjadi kendaraan listrik. Hal itu karena pengguna motor BBM di Indonesia mencapai 130 juta unit.

"Kita punya sepeda motor itu 130 juta, kita harus membuat populasi dari electric car ini dengan motor 10 persen pada jumlah itu 2 tahun dari sekarang, itu akan kami kerjakan. Nanti ada dua, satu yang di-convert dari sepeda motor biasa (BBM) menjadi sepeda motor listrik, satu lagi sepeda motor murni," terang Luhut. (Kontan.co.id/Filemon Agung)

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved