Gempa Turki Suriah
Mahasiswa Indonesia di Turki Harap Pemerintah Bantu Urus Paspor dan Tiket Pulang
Sekira 80 sampai 100 orang warga indonesia yang menempuh pendidikan di Negara Turki dikabarkan selamat dari musibah gempa yang menimpa republik turkiy
Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekira 80 sampai 100 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menempuh pendidikan di Negara Turki dikabarkan selamat dari musibah gempa yang menimpa Republik Turkiye tersebut
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kahramanmaraş Sütçü İmam University, Hammam Ishthifaulloh.
Hammam yang merupakan warga Indonesia asal Kota Semarang itu mengaku sehat dan saat ini ia sedang bersama sekira 80 sampai 100 orang mahasiswa lainya di wisma KBRI Turki.
"Alhamdulilah selamat semua, kemarin ada satu yang luka, (sekarang) sudah sembuh, sudah hampir pulih total kakinya," ujarnya saat dihubungi awak media, Jumat (10/2/2023).
Hammam mengabarkan bahwa sejumlah wilayah di Negara Turki yang terdampak gempa beberapa waktu lalu masih belum pulih.
"Kalau di luar kota yang terkena dampak gempa Alhamdulialh normal (tapi) kalau kota-kota yang terkena gempa kemungkinan masih sering hilang sinyalnya karena jalan-jalan masih berantakan," jelasnya.
Ia berharap kepada Pemerintah Republik Indonesia segera membantu mengurus dokumen penting yang hilang atau tak terbawa saat menyelamatkan diri karena gempa tersebut.
"Minta tolong dibantu terutama paspor atau segerakan diurus, terus mungkin kalau ada subsidi tiket pesawat pulang ke Indonesia," imbuhnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tim-darurat-mencari-orang-orang-yang-tertimpa-reruntuhan-bangunan-usai-gempa-Turki.jpg)