Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Partai Ummat Minta Maaf Wartawati Alami Pelecehan Seksual saat Liput Rakernas

Seorang wartawati media online berinisial D mengalami pelecehan seksual saat bertugas meliput Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Ummat.

twitter.com/notanobjectmbhs
Ilustrasi pelecehan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Seorang wartawati media online berinisial D mengalami pelecehan seksual saat bertugas meliput Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (14/2/2023).

Juru Bicara (Jubir) Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya meminta maaf atas kejadian tersebut.

Mustofa menyatakan, pihaknya tidak bisa mengenali terduga pelaku pelecehan seksual tersebut.

Baca juga: Saya Sudah Tua, Kata Amien Rais Tolak Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024

"Kami sampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya kepada jurnalis tersebut.

Karena bagaimanapun sebagai partai, kami tidak memiliki perangkat untuk mengenali pelaku," ujar Mustofa dalam keterangannya, Selasa (14/2/2023).

Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (13/2/2023) malam.
Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (13/2/2023) malam. (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Mustofa mengaku sudah meminta maaf kepada redaktur di media online tempat korban bekerja.

Dia memohon maaf apabila panitia lalai dalam merespons dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Kami sudah bertemu dengan jurnalis yang mengaku sebagai korban pelecehan tersebut, dan kami baru tahu ada kejadian setelah redakturnya yang memberitahu kami," ujar dia.

Kemudian, Mustofa mengeklaim sudah memberikan pengumuman melalui pengeras suara agar berhati-hati terhadap kejadian yang tak diinginkan.

Dia mengatakan, hal itu berdasarkan pengalamannya yang sering mengikuti kegiatan serupa.

Menurut dia, biasanya ada penyusup yang masuk ke arena acara.

Menurut Mustofa, kejadian pelecehan seksual di acara Partai Ummat baru kali ini terjadi sejak partai besutan Amien Rais itu dibentuk.

"Kami sendiri menurunkan tim keamanan lebih dari 100 personel selama rakernas.

Namun dalam kondisi seperti itu, saya rasa sangat sulit terdeteksi oleh tim keamanan, apalagi jurnalis tersebut tidak langsung lapor kepada kami," ujar Mustofa.

Mustofa mengatakan, korban sebenarnya bukan dilecehkan di dalam kegiatan resmi Rakernas Partai Ummat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved