Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dongeng Anak Sebelum Tidur Bahasa Sunda Fabel Gajah dan Semut 

Inilah dongeng yang cocok dibacakan untuk anak sebelum tidur berbahasa Sunda, cerita fabel gajah dan semut.

Penulis: non | Editor: galih permadi
Instagram/ _mitulsharta_
Dongeng Anak Sebelum Tidur Bahasa Sunda Fabel Gajah dan Semut  

"Gajah, hati-hati berjalannya jangan sekehendak hati ke sebelah sana, sebab semut sedang membuat sarang takutnya nanti terinjak kasihan," kata burung garuda mengingatkan.

"Wah sepertinya tidak seberapa semut. Terinjak paling juga remuk!"  gajah menjawabnya sangat sombong sekali, merasa dirinya besar, merasa dia kuat.

Kepada yang lebih kecil tidak menghargai sama sekali.

Begitu pula dengan kadal afrika yang suka mengerjakan kebaikan memberi tahu kepada gajah supaya tidak semaunya berjalan takut menginjak sarang semut, tidak patuh tetap saja gajah itu berjalan menuju jutaan semut yang sedang sibuk mengangkut tanah di dalam lubang.

Sesampainya dengan tumpukan rumah semut itu, hanya bisa pasrah saja semut yang banyaknya ribuan itu terinjak, satu persatu mati karena tidak terburu kabur.

Melihat rakyatnya ribuan mati terinjak gajah, raja semut marah sekali. Gajah ditantang perang.

Gajah yang ditantang perang bukannya sadar dengan kesalahan, malah merasa senang sambil sombong.

Dia tertawa. Kalau semut membuat siasat untuk perang dengan gajah, ribuan semut membuat lubang yang dalamnya lebih besar dari gajah.

Dalam waktu yang sudah ditentukan pertempuran dimulai.

Banyak hewan lainnya yang menonton perang bercampurnya antara pasukan semut dengan gajah.

Gajah menyerang akan menginjak-nginjak ribuan semut yang menantang perang dengannya.

Semut sengaja menantang dari jalan-jalan yang sudah digali itu.

Tentu ditantang dengan seperti mengolok-ngolok, gajah semakin marah.

Bergegas menyerang ke depan tidak memperhatikan injakan.

entu saja saat sampai dengan lubangnya, tentu sajah gajah terjatuh menggantung masuk ke lubang sambil tergantung di lubang.

Gajah hanya bisa bergoyang-goyang tidak bisa naik keatas.

Semut sudah pasti melihat lawannya terjerumus tidak tunggu lama langsung saja menggigit.

Tidak diberi ampun semakin lama semut semakin banyak, akhirnya gajah celaka atau sial tidak kuat melawan semut yang dari ukurannya begitu kecil, bukan tandingannya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved