Berita Semarang
Usai Kecelakaan Maut Xenia VS Kereta Api, Warga Tambakrejo Semarang Ingin Ada Palang Pintu
Kecelakaan maut antara mobil Xenia yang tertabrak kereta api di Kelurahan Tambakrejo Semarang pada Kamis (23/2/2023), menyisakan pilu.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, Semarang - Kecelakaan maut antara mobil Xenia yang tertabrak kereta api di Kelurahan Tambakrejo Semarang pada Kamis (23/2/2023), menyisakan pilu.
Pengemudi mobil yang merupakan pasutri asal Salatiga, tewas di tempat.
Warga sekitar pun mendesak pihak KAI membangun palang pintu di perlintasan tersebut.
Warga bernama Sinta mengatakan, perlintasan kereta api tersebut rawan kecelakaan.
"Iya di sini rawan kecelakaan. Tidak ada palang pintunya," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (24/2/2023).
Ia pernah melihat pengendara sepeda motor nekat menerobos jalur.
Padahal dari arah timur, kereta tengah melaju.
"Kadang ada yang lewat nerobos. Padahal klakson kereta sudah bunyi," imbuhnya.
Warga lain bernama Sugimin juga berharap perlintasan itu dipasangi palang pintu pengaman.
"Maunya dikasih rambu-rambu atau palang atau sirine dan penjaga. Atau dikasih kode apa gitu biar orang yang lewat bisa tahu," ujarnya.
Di daerah tersebut, kata dia terdapat dua perlintasan kereta api.
Keduanya dipisahkan oleh Banjir Kanal Timur (BKT).
"Sisi barat biasa disebut Perlintasan Cilosari dan masuk Kelurahan Kemijen,"
"Sedangkan sisi timur yang menjadi lokasi kecelakaan masuk Kelurahan Tambakrejo. Keduanya tak ada palang perlintasan." tegasnya.
Menurut dia, warga telah mengajukan proposal untuk pembuatan palang pintu di perlintasan tersebut.