Guru Berkarya
Media Interaktif Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran di SMK
Desain proses pembelajaran di kelas oleh guru sebagai pendidik hendaknya berorientasi pada siswa sebagai subjek pembelajaran.
Oleh: Dyah Fatwawati, S. Kom., SMK Negeri 1 Pemalang
Desain proses pembelajaran di kelas oleh guru sebagai pendidik hendaknya berorientasi pada siswa sebagai subjek pembelajaran. Fokus siswa sebagai subjek pembelajaran disebut sebagai student centered. Fokus proses pembelajaran ini menempatkan siswa tidak sebagai objek belajar, melainkan diposisikan sebagai pokok pembelajaran. Guru dalam proses ini memegang peran sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran agar pembelajaran tetap mengacu pada aktivitas belajar siswa. Guru harus mampu memberikan stimulus kepada siswa untuk belajar. Guru dituntut untuk memutar otak agar proses pembelajaran menarik bagi siswa dan tujuan pembelajaran dapat tercapai termasuk yang dilakukan pada jenjang Sekolah menengah Kejuruan atau SMK.. Akan tetapi, hasil pengalaman proses pembelajaran yang telah dilakukan di kelas sepuluh SMK Negeri 1 Pemalang mata pelajaran Produktif DPK TJKT hasil belajarnya masih terbilang rendah.. Guru masih menggunakan pendekatan konvensional dengan metode ceramah dan belum mampu menyajikan materi secara menarik, inspiratif dan kreatif.
Belum maksimalnya hasil belajar tersebut berdampak pada capaian hasil belajar yang belum mencapai KKM. Salah satu upaya yang dilakukan penulis sekaligus guru di SMK Negeri 1 Pemalang untuk mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut adalah dengan menggunakan media TTS (Teka Teki Silang) dalam pembelajaran Produktif DPK TJKT materi tentang Memahami prinsip dasar Sistem Seluler, Sistem Microwave dan Sistem VSAT IP. Media TTS ini dipilih karena pada materi Memahami prinsip dasar Sistem Seluler, Sistem Microwave dan Sistem VSAT IP memiliki konsep/ istilah-istilah asing yang belum terlalu umum atau masih jarang didengar oleh siswa. Istilah-istilah tersebut akan sulit diingat oleh siswa jika siswa tidak memahami dengan benar.
Media TTS merupakan suatu media berbentuk kotak-kotak yang terdiri atas dua jalur yaitu mendatar (kumpulan kotak yang membentuk satu baris dan beberapa kolom) dan menurun (kumpulan kotak yang membentuk satu kolom dan beberapa baris). Untuk menyelesaikan permainan ini, siswa harus menjawab pertanyaan yang telah tersedia dan mengisikan jawaban tersebut pada kotak-kotak yang tersedi. Jadi, media pembelajaran TTS dapat saling berhubungan antara beberapa huruf dari satu jawaban pada jawaban lainnya dengan stimulus satu huruf di awal, tengah atau akhir. TTS merupakan suatu media yang memungkinkan siswa untuk berpikir lebih kreatif untuk memasukkan huruf sehingga menjadi kata sesuai panjang yang telah tersedia,sehingga dapat juga melatih kesabaran siswa. Zaini (2007: 71-72) menjelaskan bahwa teka-teki dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung.
Pemanfaatan media TTS ini harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini siswa mampu menjelaskan, mendeskripsikan dan mengidentifikasi fungsi bagian dari Rangka Manusia. Selanjutnya guru menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi Rangka Manusia untuk disusun menjadi pertanyaan mendatar dan menurun. Fungsi bagian Rangka Manusia dirumuskan dalam kolom jawaban serta deskripsi fungsi Rangka Manusia dijadikan pertanyaan pada TTS. Selanjutnya guru membentuk kelompok dan mulai mengerjakan TTS secara berkelompok dengan menggunakan metode diskusi kelompok.
Dengan diterapkan media Teka Teki Silang hasil belajar Memahami prinsip dasar Sistem Seluler, Sistem Microwave dan Sistem VSAT IP di kelas sepuluh menjadi meningkat. Media TTS dapat menjadi pilihan belajar dengan bermain serta menyenangkan dalam penggunaannya. Siswa dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara melengkapi susunan teka teki silang sesuai pertanyaan. Melalui media TTS, siswa mampu terlibat untuk aktif berpikir, tidak bosan dan tetap fokus pada pembelajaran sehingga materi mudah diingat. Hal ini berpengaruh pada capaian hasil belajar Memahami prinsip dasar Sistem Seluler, Sistem Microwave dan Sistem VSAT IP yang meningkat. Antusias siswa terhadap proses pembelajaran semakin tinggi dan tidak ditemukan siswa yang merasa jenuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Dyah-Fatwawati-S-Kom-SMK-Negeri-1-Pemalangcd3tdv.jpg)