Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonogiri

Curah Hujan Tinggi, Pintu Spillway Waduk Gajah Mungkur Dibuka

Wilayah Kabupaten Wonogiri dilanda hujan dengan curah sedang hingga tinggi selama kurang lebih tiga hari

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
CURAH HUJAN TINGGI, PINTU SPILLWAY WADUK GAJAH MUNGKUR DIBUKA 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Wilayah Kabupaten Wonogiri dilanda hujan dengan curah sedang hingga tinggi selama kurang lebih tiga hari, pada 14-16 Februari 2023 lalu.

Hal ini mengakibatkan debit air pada Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri meningkat cukup tinggi.

CURAH HUJAN TINGGI, PINTU SPILLWAY WADUK GAJAH MUNGKUR DIBUKA
CURAH HUJAN TINGGI, PINTU SPILLWAY WADUK GAJAH MUNGKUR DIBUKA (IST)

PJT (Perum Jasa Tirta) I melakukan pemantauan secara realtime lewat telemetri yang dikelola Jasa Tirta I. Hasil pembacaan telemetri Automatic Rainfall Record (ARR), diketahui curah hujan di wilayah Wonogiri mencapai 145 mm.

CURAH HUJAN TINGGI, PINTU SPILLWAY WADUK GAJAH MUNGKUR DIBUKA
CURAH HUJAN TINGGI, PINTU SPILLWAY WADUK GAJAH MUNGKUR DIBUKA (IST)

Sementara itu, tingginya curah hujan di wilayah Soloraya juga menyebabkan debit Sungai Bengawan Solo meningkat drastis.

Berdasarkan hasil pembacaan telemetri di pos pemantauan Jurug Solo pada 14-16 Februari tercatat naik dari 204 meter kubik per detik (kondisi normal) menjadi 1.596 meter kubik per detik.

Status bendungan WGM pun memasuki siaga merah di Stasiun Jurug, Kamis (16/2/2023).

Pelaksana tugas (Plt) Dirut PJT I Milfan Rantawi, Minggu (19/2/2023) mengatakan WGM memiliki fungsi krusial dalam pengendalian banjir.

Ada aturan yang harus dipatuhi bersama dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan.

“Saat tinggi muka air mencapai siaga hijau (elevasi +135,30 m), maka secara bertahap akan dilaksanakan pelepasan air melalui pembukaan pintu spillway.

Dan saat ini elevasi muka air WGM naik dari +135,11 meter menjadi +137,00 meter. Elevasi ini lebih tinggi 3,35 meter dari kondisi normal sesuai pola yakni +133,65 m,” terang Milfan.

Terkait hal itu, PJT I berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk melakukan pengendalian elevasi muka air WGM.

Dengan cara membuka spillway WGM dan mengatur outflow waduk secara bertahap, dari 50 meter kubik per detik menjadi 280 meter kubik per detik.

Tujuannya, kata Milfan, untuk menjaga keamanan infrastruktur Bendungan Wonogiri dari bahaya overtopping atau pelimpahan air melalui puncak bendungan.

Selain itu, juga mencegah potensi terjadinya pelepasan debit banjir yang lebih besar di daerah hilir.

“Outflow dari WGM sempat diturunkan pada Jumat (17/2/2023) pukul 11.00. Kami juga sempat menurunkan outflow Waduk Wonogiri dari 280 meter kubik per detik menjadi 200 meter kubik per detik dan 100 meter kubik per detik pada Jumat pukul 15.30.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved