Berita Pati
Transformasi Digital BRI Bantu Pelaku UMKM Pati Bangkit dari Pandemi
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah mengambil langkah transformasi digital jauh sebelum pandemi Covid-19 menyerang.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Survei Bank Indonesia melaporkan bahwa 77,95 persen UMKM di Indonesia terkena dampak negatif pandemi Covid-19.
Dampak negatif yang dialami para pelaku UMKM terutama ialah penurunan pendapatan.
Hal ini antara lain dialami oleh Siti Mas’adah (32), pedagang gorden dan tas wanita di Pasar Puri Baru Pati.
Baca juga: Tabel Cicilan KUR BRI 28 Februari 2023, Ada Syarat BPJS Ketenagakerjaan
Ditemui TribunJateng.com beberapa waktu lalu, pemilik toko bernama Gorden Pati ini mengaku bisnisnya sempat lesu akibat penurunan penjualan pada awal masa pandemi 2020 lalu.
Masalah baru membutuhkan solusi baru pula.
Maka, penanganan pandemi Covid-19 di sektor perekonomian membutuhkan solusi kekinian. Dalam hal ini, pandemi Covid-19 terbukti mempercepat transformasi digital.
Mulai dari transaksi nontunai hingga pengajuan kredit usaha secara digital.
Seolah “membaca masa depan”, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah mengambil langkah transformasi digital jauh sebelum pandemi Covid-19 menyerang.
Dalam hal ini, BRI mengusung konsep hybrid bank, yakni memadukan layanan perbankan digital dan konvensional.
Transformasi digital sendiri dapat diartikan pengadopsian teknologi mutakhir untuk mengubah proses bisnis menjadi digital.
Transformasi digital dapat meningkatkan efisiensi waktu, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih memuaskan.
Dikutip dari laman BRIAPI, nasabah BRI kini juga telah bertransformasi ke arah digital dengan pesat. Rilis BRI menyebutkan, sebanyak 96,7 persen aktivitas nasabah BRI telah menggunakan saluran digital. Angka tersebut berbanding jauh dengan 3,3 persen yang masih datang ke unit kerja.
Dalam hal penyaluran kredit mikro, strategi transformasi digital BRI antara lain terlihat dalam penerapan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara daring.
Nasabah bisa melakukan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI secara daring melalui kur.bri.co.id. Namun, setelah pengajuan secara daring tetap akan dilakukan survei fisik.
Baca juga: Sah! Tabel Cicilan KUR BRI 2023 Dibuka Bulan Depan, Syarat Terbaru Wajib Ikut BPJS Ketenagakerjaan
Siti Mas’adah merupakan salah satu contoh pelaku UMKM yang terselamatkan dari pandemi Covid-19 dengan pinjaman modal usaha dari BRI.
Dia mengaku terbantu dengan adanya KUR Mikro dari BRI. Bahkan jauh sebelum pandemi, ia juga merintis dan mengembangkan usaha dengan KUR BRI.
“Saya mulai merintis usaha gorden dan tas impor sejak 2009. Pada 2011 saya ajukan pinjaman KUR BRI Rp15 juta, saya gunakan untuk ambil barang. Kulakan dari Kudus dan Surabaya. Pandemi Covid-19 kemarin penjualan sempat menurun, tapi alhamdulillah berkembang lagi,” ujar dia saat ditemui pada Rabu (15/12/2021) lalu.
Siti mengatakan sudah empat kali mengambil pinjaman KUR Mikro BRI. Nominal terbesar yang pernah ia dapat ialah Rp25 juta.
"Prosesnya mudah. Hanya dengan surat izin pasar, bisa ajukan pinjaman. Bunganya juga tidak memberatkan untuk usaha kecil," kata warga Perumahan Rendole Kecamatan Margorejo ini.
Dia mengatakan, dulu ia hanya berjualan di los bagian dalam Pasar Puri Baru Pati. Sekarang ia mampu membuka cabang di kios bagian luar pasar.
Siti menjual gorden dengan harga berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 950 ribu per meter.
Adapun tas yang ia jual dibanderolnya dengan harga antara Rp 100 ribu sampai Rp 350 ribu.
Selain menjajakan barang di toko, dia juga mempromosikan dagangannya secara daring di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
"Omzet kotor per hari dulu sekira Rp 500 ribu. Sekarang sekira Rp 1 juta per hari. Tapi itu tidak pasti. Naik-turun," ungkap dia.
Siti menambahkan, selain debitur KUR, dirinya juga merupakan agen BRILink sejak 2017.
"Saya melayani tarik tunai, setor tunai, bayar cicilan, tagihan listrik, sampai tagihan BPJS. Rata-rata transaksi harian di tempat saya mungkin sekira Rp 1 juta. Tapi kadang ada juga yang transfer Rp 10 juta," kata dia.
Baca juga: YBM BRI Salurkan Sapras Air Bersih Bagi Warga Desa Tempelrejo Sragen
Strategi transformasi digital dalam penyaluran kredit mikro ini terbukti meningkatkan inklusi keuangan UMKM.
Dalam konferensi pers pemaparan kinerja keuangan triwulan IV tahun 2022 lalu, Direktur Utama BRI Sunarso menyebut, BRI menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp1.139,08 triliun sepanjang 2022
Dari total penyaluran kredit tersebut, mayoritasnya, yakni 84,74 persen merupakan kredit UMKM dan selebihnya kredit korporasi.
Di segmen spesifik usaha mikro, realisasi penyaluran KUR BRI pada 2022 mencapai Rp252,3 triliun. Jumlah tersebut disalurkan kepada 6,5 juta debitur.
Hal itu disampaikan Dirut Bank BRI Sunarso dalam rapat dengar pendapat komisi XI DPR RI bersama Bank BRI pada 24 Januari 2023 lalu. Adapun pada 2023 ini, BRI memiliki alokasi KUR senilai Rp270 triliun.
Di Pati sendiri, BRI melakukan “demonstrasi” keberhasilan membangkitkan UMKM pascapandemi dengan menggelar Bazaar Klaster Mantriku pada Sabtu (17/9/2022) lalu.
Terdapat 25 stan UMKM binaan Mantri BRI dalam pameran tersebut.
Mereka terbagi dalam beberapa klaster, di antaranya kopi, kerajinan, dan makanan ringan.
Selain pameran produk, kegiatan tersebut juga mendorong transformasi digital dalam transaksi keuangan dengan menerapkan pembayaran nontunai melalui QRIS dan aplikasi BRImo.
Baca juga: Tabel Cicilan KUR BRI per 27 Februari 2023, Ada Syarat BPJS Ketenagakerjaan
Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani, yang membuka acara tersebut mengatakan, bazar UMKM tersebut merupakan wujud kontribusi BRI membangkitkan perekonomian pascapandemi Covid19.
Menurut dia, UMKM memang membutuhkan kemudahan akses permodalan dan pendampingan intensif untuk bisa naik kelas.
Terkait pendampingan ini, BRI punya mantri-mantri yang melakukan pekerjaan itu.
Dari uraian di atas, strategi transformasi digital yang selaras dengan pengembangan UMKM lokal seperti yang dilakukan BRI sangat bisa diharapkan untuk mendongkrak perekonomian nasional. (mzk)
Di Posko AMPB, Warga Nobar Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo di KPK |
![]() |
---|
Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK Hari Ini, AMPB Batal Demo jika Ada Penetapan Tersangka |
![]() |
---|
Aksi Kirim Surat Ribuan Warga Pati ke KPK Minta Usut Sudewo, Kristiyani Ikhlas Bayar Sendiri 14 Ribu |
![]() |
---|
Seribu Warga Pati Fix Gelar Aksi 2 September di Jakarta? Surat ke KPK Sudah Dikirim via Pos |
![]() |
---|
Bukan Isapan Jempol, Pakar Hukum Bivitri Susanti Sebut Bukti Pemakzulan Bupati Pati Sudah Kuat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.