Berita Banyumas

Temu Budaya di Banyumas, Eros Djarot: Negeri Ini Darurat Mafia, No Viral No Justice

Soegeng Rahardjo Djarot atau yang lebih dikenal dengan Eros Djarot menganggap bahwa Indonesia saat ini darurat mafia

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Soegeng Rahardjo Djarot, yang lebih dikenal dengan Eros Djarot saat mengadakan temu tokoh budaya di RM Gereh Lodes, Purwokerto, Kamis (2/3/2023) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Soegeng Rahardjo Djarot atau yang lebih dikenal dengan Eros Djarot menganggap bahwa Indonesia saat ini darurat mafia.

"Negeri ini darurat mafia dan terkumpulnya para oligarki, sampai ada istilah no viral no justice," ujarnya saat mengadakan temu tokoh budaya di Purwokerto, Kamis (2/3/2023) malam.

Dalam kunjungannya kali ini ada beberapa poin yang disampaikan salah satunya adalah peran civil society.

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Episode 3 di Kudus, Sejumlah Rumah Mulai Ditinggal Mengungsi Penghuninya

Baca juga: BREAKING NEWS: 5 Oknum Polisi Polda Jateng yang Jadi Aktor KKN Tes Masuk Bintara Segera Disidang

Ia mengatakan apabila partai politik sudah tidak berfungsi menampung aspirasi maka sudah saatnya civil society harus dibangun.

Eros Djarot yang juga dikenal sebagai sutradara, penulis lagu, penulis skenario dan politikus Indonesia mengatakan sudah saatnya daerah memegang peranan.

"Kalau pusat dalam hal ini Jakarta jadi pusat pembusukan peradaban, justru dari daerah terbangun Indonesia yang asli," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Orang daerah harus memberikan pewarnaan terhadap negara.

Eros yang saat ini aktif sebagai Koordinator Komite Indonesia Bebas Mafia (KIBMA) mengatakan kultur perlawanan dan pergerakan harus dibangun. 

Apalagi saat ini banyak sekali perang narasi dan pencitraan adalah segalanya. 

"Buzzer terlalu banyak dan apa yang dilakukan pers adalah melakukan pencerahan. 

Di daerah dibuat laboratorium pancasila.

Kalau pusat justru dalam pembusukan justru harus daerah yang megang peranan," ungkapnya.

Ia mengatakan sekarang musuhnya tidak jelas.

"Musuhnya adalah para oligarki, mafia tanah, beras, konstitusi, para pengusaha, 

Saya minta pemerintah pro rakyat, pengen jadi lurah atau bupati kalau gak ada cukong kan gak jadi," imbuhnya.

Apabila ditanya siapa yang mempunyai Indonesia.

Maka lihatlah daftar 100 orang kaya Indonesia di majalah Forbes itulah pemiliknya.

"Apakah mau dikendalikan orang itu, saya tidak mau, hanya satu kata: Lawan," katanya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved