Berita Semarang
Komentar Ketua HDCI terkait Banyaknya PNS Punya Moge: Memang Tak Wajar. . .
Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ahmad Sahroni mengatakan, banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki moge memang tidak wajar
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pejabat negara yang memiliki motor gede (moge) tengah menjadi sorotan.
Bahkan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, meminta komunitas pegawai pajak yang menyukai moge dibubarkan.
Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ahmad Sahroni mengatakan, banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki moge memang tidak wajar.
Baca juga: Fakta baru Kasus Mama Muda Cabuli 17 Anak di Jambi, Polisi Ungkap Hasil Tes Kejiwaannya
Baca juga: Detik-detik Penganiayaan Oleh Mario Menurut Kakak AGH, Adiknya Sempat Membisiki David untuk Tenang
Namun, jika mereka bisa memepertanggungjawabkan apa yang dimiliki hal itu tidak dipermasalahkan.
"Saya sering ditanya harta fantastis seorang pejabat. Seyogyanya tidak normal, tidak wajar. Tapi, kalau dia bisa mempertanggungjawabkan apa yang dimiliki atas apa yang dilaporkan, menurut saya sah-sah saja kalau bsa dipertanggungjawabkan," jelasnya, saat Rakernas HDCI di Hotel Padma, Jumat (3/3/2023) malam.
Dia pun memberikan imbauan kepada seluruh pejabat terutama eksekutif agar melapor harta yang dimiliki dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN).
"Saya pejabat legislatif melaporkan LKHPN secara teratur. Itulah kewajiban seorang pejabat negara," ungkapnya.
Menanggapi dibubarkannya komunitas moge, menurutnya, hal itu sah saja karena perintahnya untuk menghilangkan stigma hedonisme.
"Itu sah-sah saja selama ada proses kemanusiaan yang mungkin memiliki hobi ada sepeda, motor, mobil, tapi layaknya dengan situasi dan kondisi sekarang perintahnya untuk tidak berhedon-hedon," paparnya. (eyf)