Berita Semarang
Baru Sehari Jualan di Dugderan Semarang, Pengrajin Mainan Ketiban Untung
Antusias masyarakat menghadiri acara dugderan di Masjid Agung Kauman Semarang sangat tinggi.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, Semarang - Antusias masyarakat menghadiri acara dugderan di Masjid Agung Kauman Semarang sangat tinggi.
Pada hari kedua, pengunjung terus berdatangan sejak acara dibuka Jumat (10/3/2023).
Tak hanya menjadi tradisi, acara dugderan turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Seperti yang dialami penjual kerajinan gerabah asal Jepara, Muhammad Faiq (24).
Pria dengan gaya rambut undercut itu ikut ketiban untung.
100 butir gerabah dengan aneka bentuk telah terjual.
"Alhamdulillah, hari pertama sudah laku 100 butir. Kalau acara biasa, nggak sampai segitu biasanya," ucapnya ditemui Tribunjateng.com di lapak dagangnya, Sabtu (11/3/2023).
Harga kerajinan gerabah miliknya dipatok Rp 3 ribu.
Ia mengatakan, dirinya baru pertama kali berjualan di acara dugderan Semarang.
"Kalau saya baru kali ini. Biasanya ibu saya, tapi karena ibu lagi sakit jadi saya yang jualan," terangnya.
Pedagang lain bernama Sutrisno mengaku hasil dagangan pada awal dugderan kali ini, lebih tinggi.
Pada gelaran dugderan kali ini, ia berharap membawa berkah lebih.
"Ya semoga dugderan kali ini berkah dan rezeki bertambah. Kemarin waktu pandemi susah," ucap pria yang berjualan alat kesenian tradisional dan barongan anak-anak tersebut.
Harga alat musik tradisional dan barongan anak di stand miliknya bervariasi.
Alat musik berupa saron dijual Rp 20 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembeli-tengah-memilih-mainan-barongan-anak-anak-pada-acara-dugderan.jpg)