Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pasar Dugderan Digelar Lagi Hingga 21 Maret, Warga Semarang Akui Rindu

Pasar Dugderan kembali digelar untuk menyambut Ramadan 1444 Hijriyah mulai tanggal 12 hingga 21 Maret 2021.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Masyarakat datang ke Pasar Dugderan, Semarang, Senin (13/3/2023).   

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasar Dugderan kembali digelar untuk menyambut Ramadan 1444 Hijriyah.

Tradisi ini sempat ditiadakan selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19.

Warga Kota Semarang mengaku rindu adanya Pasar Dugderan.

Baca juga: Baru Sehari Jualan di Dugderan Semarang, Pengrajin Mainan Ketiban Untung

Satu diantaranya Warga Semarang Timur, Mei.

Mengetahui Pasar Dugderan digelar, Ia pun mengajak anak-anaknya berjalan-jalan ke Pasar Dugderan, Senin (13/3/2022).

"Dugderan kan khasnya Semarang. Kangen sudah lama tidak ada dugderan," ungkapnya sembari menikmati kuliner yang dibeli.

Menurutnya, hal yang paling dirindukan saat datang ke Pasar Dugderan ialah membeli mainan tradisional, misalnya kapal-kapalan dan beragam mainan gerabah.

Selain itu, naik wahana permainan juga hal yang sangat dinanti anak-anak.

Pada tahun ini, menurutnya, Pasar Dugderan cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena Kota Semarang sudah memiliki alun-alun.

"Dulu kan tidak ada alun-alun, kalau sekarang ada alun-alun jadi kelihatan lebih ramai," ujarnya. 

Tak hanya Mei, Warga Gajah Semarang, Akmal juga mengaku rindu dengan Pasar Dugderan.

Ia pun sangat senang Pasar Dugderan kembali digelar.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, tradisi ini juga membuat UMKM kembali bangkit.

"Yang paling diburu bagi saya itu mainan kapal-kapalan. Itu yang dicari tiap dugderan," ucapnya.

Masyarakat datang ke Pasar Dugderan Semarang (2)
Masyarakat datang ke Pasar Dugderan, Semarang, Senin (13/3/2023).  

Tak hanya disambut baik oleh kalangan masyarakat, para pedagang pun mengaku senang kembali digelarnya Pasar Dugderan.

Pedagang kapal otok-otok, Heri mengatakan, sejak dua hari ini dibuka sudah banyak pembeli yang datang.

Dia berharap, Pasar Dugderan bisa terus dibuka setiap tahun menjelang Ramadan.

"Mudah-mudahan ada terus. Sudah tiga tahun tidak ada. Begitu ada, alhamdulillah, kapal otok-otok banyak yang nyari," paparnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, ada 165 lapak pedagang dugderan.

Ada lapak kuliner, pakaian, mainan, hingga wahana permainan. Pasar Dugderan digelar mulai 12 hingga 21 Maret 2021.

 Jam operasional pedagang dibuka dari pukul 09.00 WIB- 21.00 WIB.

"Tentunya pedagang dapat menyesuaikan dengan aturan buka tutupnya dari pemerintah kota Semarang,"

Terkait pengaturan lalu lintas di sekitar area dugderan, pihaknya berkolaborasi dengan panitia dugderan, seperti OPD terkait, Kepolisian, TNI, Persatuan Pedagang Jasa Pasar (PPJP), Persatuan Pedagang Jasa (PPJ), dan Masjid Agung Semarang (MAS) atau Kauman. 

"Guna menyemarakan suasana ramadan, kami akan menggelar rangkaian lomba masak dan rebana yang diikuti oleh para pedagang," imbuhnya.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Pasar Dugderan digelar untuk mengembalikan kondisi perekonomian Kota Lumpia pasca pandemi Covid-19.

Baca juga: Mengenang Masa Kecil dengan Bermain Kapal Otok-otok di Festival Dugderan Semarang

Dia ingin Pasar Dudgeran bisa tertata rapi sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

"Jangan ada yang di Pemuda, jadi di Agus Salim saja. Ini pemebrdayaan masyarakat tapi harus rapi. Apapun, kota ini semakin ke depan semKin seimbang. Kami support polaku usaha tapi kotanya juga bersih," jelasnya.

Ke depan, dia ingin tradisi ini menjadi sebuah Festival Dugderan yang lebih meriah. Dia berharap, rangkaian kegiatan Dugderan bisa menyatu dan memberikan pelayanan kepada masyararakat. (eyf) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved