Wacana Duet Prabowo-Ganjar, Tak Mungkin PDIP Hanya Cawapres
Ganjar yang merupakan kader PDI Perjuangan disebut tak mungkin diusulkan hanya menjadi cawapres. Terlebih, PDI merupakan partai pemenang pemilu.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wacana duet Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan politikus PDI Perjuangan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) di pemilu 2024 terus menjadi sorotan.
Hal itu mencuat usai keduanya tampak akrab saat menemani Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kebumen, Kamis (9/3) lalu. Bahkan, Jokowi sempat disebut-sebut menjodohkan keduanya untuk berpasangan di pilpres lewat momen itu.
Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo pun memberi respon terhadap wacana duet tersebut. Ia menegaskan, usulan capres harus berasal dari internal partainya.
Sehingga, menurutnya, tak mungkin jika nantinya Ganjar yang merupakan kader PDI Perjuangan diusulkan hanya menjadi cawapres. Terlebih, dia menambahkan, PDI Perjuangan merupakan partai pemenang pemilu.
"O ya jelas, ya tidak mungkin-lah, mosok pemenang pemilu cawapres, kan sesuai dengan perolehan suara memenuhi syarat (mengusung capres sendiri-Red)," kata Rudy, sapaannya, dikutip dari youTube Kompas TV, Senin (13/3).
Pernyataan Rudy sekaligus merespon pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo soal isu duet Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Dalam pernyataan itu, Hashim akan tetapi ingin Prabowo sebagai capres, bukan cawapres.
Rudy menyatakan, keputusan soal capres PDI Perjuangan telah ditegaskan Ketum Megawati Soekarnoputri dalam HUT partai ke-50 beberapa waktu lalu.
"Elit-elit politik itu berwacana boleh saja, tapi ketua umum dan PDI Perjuangan itu punya hak penuh untuk mencalonkan kadernya menjadi presiden. Kemarin kan ibu ketua umum sudah menyampaikan di HUT bahwa calon presiden dari kader sendiri, kita tunggu saja," ujarnya.
Senada, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto, alias Bambang Pacul menegaskan, partainya bakal mengusung kader sendiri sebagai capres di pilpres 2024.
Menurutnya, hal itu sesuai dengan pidato Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam HUT partai berlambang kepala banteng moncong putih itu beberapa waktu lalu.
"Bu ketum di dalam pidato beliau di ulang tahun kan mengatakan kami akan mengusung capres dari kader sendiri," tegasnya, di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/3).
Meski demikian, terkait dengan wacana duet Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo di pilpres 2024, Pacul menyebut kemungkinan selalu ada.
"Di dalam politik itu apa yang tidak mungkin? Selalu ada kemungkinan, ya toh? Dan kemungkinan itu kan diciptakan oleh para ahlinya. Dan ahlinya itu politisi," tukasnya.
Namun, ia memastikan, keputusan menentukan, baik capres maupun cawpres PDI Perjuangan adalah kewenangan Megawati. "Sudah berkali-kali. Kalau soal presiden dan wapres itu di tangan ketum (Megawati-Red)," ujarnya.
Pacul pun tak bermasalah ketika baik masyarakat maupun elite politik berspekulasi. "Jadi, masyarakat berspekulasi boleh, pengamat berspekulasi boleh. Tokoh politik di luar PDIP berspekulasi boleh," bebernya. (Tribunnews/Milani Resti Dilanggi/Fersianus Waku)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Presiden-Joko-Widodo-Prabowo-Subianto-dan-Ganjar-Pranowo.jpg)