Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Unsoed

UNSOED Purwokerto Kukuhkan 4 Profesor, Ini Daftar Namanya

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mengukuhkan empat orang Profesor / Guru Besar secara bersamaan

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
UNSOED Kukuhkan 4 Profesor 

Dalam pengukuhannya tersebut Prof. Dr. Dra. Hernayanti, M.Si menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul “Bahaya Pencemaran Logam Berat Kadmium dan Penanggulangannya”.

Disampaikan bahwa paparan logam berat kadmium berdampak buruk baik terhadap lingkungan terutama perairan dan manusia.

Paparan Cd pada manusia menimbulkan gangguan kesehatan seperti hipertensi dan gangguan fungsi ginjal.

Menurut Prof. Hernayanti penanggulangan pencemaran Cd dari limbah industri dapat dilakukan dengan metode fitoremidiasi menggunakan tumbuhan air dan pada manusia menggunakan kelator alami dari buah tomat, daun teh hijau dan pegagan.

Prof. Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S. dengan Judul “Eutrofikasi, Sebuah Pembelajaran Instropeksi Diri dari Ekosistem Lentik”.

Dalam orasinya disampaikan bahwa penggunaan pupuk yang berlebihan secara sembarangan dan tidak terkendali dalam praktik pertanian, pembuangan sejumlah besar bahan limbah domestik dan industri ke badan air menyebabkan masalah ekologis yang parah di lingkungan yaitu eutrofikasi.

Secara ekologis, eutrofikasi dapat didefinisikan sebagai beban nutrisi yang berlebihan di badan air atau pengayaan badan air oleh nutrisi.

Dari segi fisika-kimia, eutrofikasi menunjukkan penurunan kualitas air untuk keperluan rumah tangga, rekreasi, dan penggunaan lainnya.

Eutrofikasi telah menjadi masalah lingkungan perairan global karena konsekuensi ekologisnya, seperti seringnya terjadi blooming algae yang mengancam pasokan air minum dan menyebabkan penipisan kandungan oksigen dari badan air.

Eutrofikasi meningkatkan kebutuhan oksigen biologis (BOD) air, melepaskan gas beracun, mendorong pertumbuhan makrofita akuatik dan semua ini memiliki efek buruk pada pertumbuhan ikan, pemijahan ikan, penggunaan rumah tangga, dan bahkan navigasi.

“Meminimalkan eutrofikasi memerlukan upaya holistik dari beberapa parameter seperti faktor fisika-kimia air, antara lain dengan melakukan pemonitoran secara teratur, pengembangan deterjen bebas fosfat untuk keperluan rumah tangga, penghilangan ganggang dengan pengerukan, pengurangan penggunaan pupuk yang berlebihan dalam praktik pertanian, mekanisasi aerasi, dan pengolahan air limbah yang efektif," ungkapnya.

Prof. Dr. Ir. Nur Prihatiningsih, M.S. dengan Judul “Kekuatan Bakteri Tersembunyi dalam Tanaman”.

Disampaikan bahwa “Bakteri tersembunyi” memiliki prospek yang strategis dikembangkan sebagai biopestisida yang mendukung pertanian berkelanjutan, sebagai alternatif substitusi pestisida kimia sintetik dan sebagai kunci dalam implementasi pengelolaan penyakit terpadu.

“Bakteri endofit dapat diformulasi baik cair maupun padat sebagai formula mikroenkapsulan dan nanobiopestisida yang lebih eco-green, membantu tanaman menghadapi stres biotik dan abiotic, " jelasnya.

Prof. Dr. Nuniek Ina Ratnaningsih, M.S. dengan Judul “Tantangan dan Potensi Pengembangan Jamur Kultivasi Lokal Sebagai Kandidat Herbal Medicine”.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved