Berita Jateng
Pemprov Jateng Kerjasama PLN Manfaatkan FABA di Pantura Cegah Abrasi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan PT PLN (Persero) memanfaatkan sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Penulis: hermawan Endra | Editor: rival al manaf
Selain itu, PLN pun menggandeng berbagai pihak seperti UMKM lokal untuk bekerja sama mengolah FABA menjadi berbagai macam bahan baku bangunan maupun campuran bahan baku bangunan, seperti paving block, batako, buis beton, mortar, pembangunan jalan, beton struktural, semen pozolan, hingga geobag untuk penahan banjir dan tetrapod untuk penahan abrasi pantai.
Seluruh produk bahan baku bangunan hasil dari pengolahan FABA ini juga telah melewati pengujian dan diverifikasi kualitasnya oleh perguruan tinggi ternama di Jawa Tengah, antara lain Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
“Prosesnya dimulai dari pengayaan, pengambilan, hingga pengepresan FABA menjadi bahan baku bangunan yang kokoh. Mutu bahan baku dari FABA ini kami jamin kualitasnya, karena mengacu pada SNI," jelas Darmawan.
Darmawan mengatakan, langkah pemanfaatan FABA untuk tanggul sementara ini adalah bagian dari realisasi prinsip enviroment, sustainability, and governance (ESG) yang dipegang teguh oleh PLN. Harapannya, pemanfaatan FABA bisa lebih luas, tak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong perekonomian masyarakat.
"Pemanfaatan FABA merupakan bukti nyata dari PLN mengolah sisa dari operasional pembangkit. Sehingga hadirnya pembangkit PLN tak hanya bisa menjadi sumber listrik tetapi juga mampu sebagai bahan dasar menjaga dan melestarikan lingkungan serta menggerakkan roda ekonomi di masyarakat," kata Darmawan.
Dalam acara kick off Strategi Integrasi Menuju Pantura Lestari, PT PLN ikut berkomitmen melindungi lingkungan hidup dengan melakukan penanaman ratusan ribu bibit mangrove di lahan 100 hektare serta menyiapkan tetrapod untuk mencegah abrasi Pantai Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
"Lahan yang kami tanami mangrove awalnya 2 hektare, nantinya naik menjadi 5 hektare, 10 hektare, hingga 100 hektare," kata Darmawan usai penanaman mangrove di tepi Pantai Rembang di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Jembatan Merah, Rembang.
Ia berharap, dengan kehadiran PLN bersama berbagai pihak bisa memperkuat alam karena dengan adanya perubahan iklim Bumi memanas akan terjadi "sea level rising" atau permukaan air laut naik kemudian diikuti abrasi.
PLN juga ikut peduli dengan menyiapkan tetrapod yang merupakan infrastruktur untuk menjaga pantai dari terjangan gelombang ombak dan bus beton agar tidak terjadi abrasi. Rencananya, kata dia, akan diuji coba di sepanjang 1,5 kilometer pantai dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Infrastruktur tersebut, salah satu bahannya dari fly as (abu beton) dan bottom as (abu dasar) atau Faba yang merupakan sisa hasil pembakaran batu bara di ruang bakar PLTU.
Ia juga mengapresiasi upaya Pemprov Jateng dengan strateginya menjaga kelestarian alam dengan penanaman mangrove serta membangun tanggul. Termasuk menyadarkan masyarakat untuk saling kerja sama menjaga kelestarian alam.
Ia juga menyerahkan bantuan 100.000 bibit mangrove dan perawatan serta bantuan tetrapod dari Faba secara simbolis kepada masyarakat Rembang dengan disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat musrenbang daerah di Pendopo Kabupaten Rembang, Kamis (16/3).
Di hadapan Ganjar Pranowo, Dirut PLN Darmawan Prasodjo juga menyampaikan rencana tersebut, termasuk menyiapkan tetrapod sebagai pencegah abrasi. Sedangkan rencana penanaman Mangrove di Pantai Utara Jawa (Pantura) Tahun 2023 seluas 100 Ha dengan perkiraan kebutuhan bibit mangrove sebanyak 437.860 batang.
Khusus Mangrove untuk Kab.Rembang sebanvak 100.000 batang untuk luas 10Ha. UntuK keperluan kicK Off telah disediakan 10.000 batang.
(*)