Guru Berkarya
Metode Resitasi Tingkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Cerita
Pelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari lima aspek, yaitu: Mendengarkan, membaca, menulis, menyimak, dan berbicara.
Oleh: Sri Ayani, S.Pd.SD., Guru SD Negeri Tegalwero 01 Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati
Pelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari lima aspek, yaitu: Mendengarkan, membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Dari berbagai aspek tersebut ada sebagian yang kurang dikuasai anak, diantaranya adalah aspek menulis. Dalam keseharianya anak pandai bercerita kepada teman -temannya , namun sulit untuk mengungkapkan dalam bentuk tulisan. Masalah tersebut juga terjadi di kelas empat SD Negeri Tegalwero 01 khususnya pada TP. 2.8. menulis dengan capaian pembelajaran mengidentifikasi dan menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita pada teks narasi yang sesuai jenjangnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang hanya mencapai empat puluh lima persen dapat mencapai ketuntasan minimal yang telah ditentukan. Permasalahan muncul diberbagai tahapan proses pembelajaran. Permalasahan yang muncul secara tidak langsung berdampak terhadap minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. siswa terkesan bermalas-malasan dan bosan dengan proses pembelajaran yang disajikan oleh guru didalam kelas.
Berdasarkan data tersebut, guru berusaha untuk memperbaiki pembelajaran yang ada dikelas dengan menerapkan metode pembelajaran yang dirasa mampu untuk meningkatkan minat anak terhadap materi tersebut. Guru menerapkan sebuah metode pembelaran yang menarik yaitu metode resitasi.
Resitasi adalah metode belajar yang mengkombinasikan penghafalan, pembacaan, pengulangan, Pengujian dan pemeriksaan atas diri-sendiri menurut Majid (2013:25)
Secara garis besar metode ini memiliki Langkah-langkah: Guru memberikan tugas yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik anak, anak mengerjakan tugas dibawah bimbingan dan pengawasan guru, anak mempertanggungjawabkan tugasnya dengan membuat laporan secara tertulis ataupun lisan di depan kelas .
Berdasar pengamatan dan pantauan guru, pembelajaran terlihat lebih aktif dan menyenangkan. Terbukti seratus persen anak mampu mengerjakan tugas dengan baik dan mencapai ketuntasan mimimal yang telah ditentukan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada materi yang sulit bagi siswa selama guru mampu berkreasi dan berinofasi dalam mengajar.
Dalam hal ini guru ingin mengajak kepada semua pendidik untuk selalu kreatif dan inofatif dalam menyajikan pembelajaran sehingga siswa menjadi senang dalam belajar. Salah satu contoh nyata adalah penerapan metode resitasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis di kelas empat SD Negeri Tegalwero 01 Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sri-Ayani-SPdSD-Guru-SD-Negeri-Tegalwero-01-Kecamatan-Pucakwangi-Kabupaten-Patisd45y.jpg)