Guru Berkarya
Metode Cerdis dengan Konsep Kovid Memotivasi Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pandemi COVID-19 berdampak negatif pada pembelajaran anak-anak di semua jenjang pendidikan di Indonesia.
Oleh: Ernawati, S. Pd., Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Kaliangkrik Kab. Magelang
Pandemi COVID-19 berdampak negatif pada pembelajaran anak-anak di semua jenjang pendidikan di Indonesia. Rangkuman isu ini menguraikan temuan pemantauan dampak pandemi COVID-19 terhadap kemungkinan anak dan remaja melanjutkan pendidikan, dengan fokus pada anak-anak tidak sekolah dan mereka yang berisiko putus sekolah dari keluarga yang tidak mampu secara sosial ekonomi. Isu ini juga mengidentifikasi beberapa tindakan yang disarankan untuk mengatasi permasalahan yang muncul akibat dampak pandemi COVID-19 terhadap keberlangsungan pendidikan bagi anak dan remaja di Indonesia.
Munculnya pandemi COVID-19 memberikan dampak pada kegiatan belajar mengajar yang semula dilaksanakan di sekolah menjadi belajar di rumah melalui daring. Pembelajaran daring yang diterapkan harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sekolah agar proses pembelajaran berjalan lancar. Belajar daring harus dengan bantuan teknologi digital seperti Google Classroom, Rumah Belajar, Zoom, video konferensi, telepon atau live chat, dll. Dengan adanya penggunaan media daring mengharuskan tenaga pendidik tetap memperhatikan dalam pemberian tugas melalui pemantauan pendampingan salah satunya melalui grup WhatsApp sehingga peserta didik mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. Tenaga pendidik juga harus tetap berkomunikasi dengan pihak orang tua untuk memberikan informasi terkait perkembangan peserta didik.Hal ini juga terjadi pada anak-anak di daerah pinggiran.
Pandemi yang dialami selama dua tahun berdampak pada proses pembelajaran terutama motivasi belajar siswa mulai menurun. Dalam hal ini penulis mencoba menggunakan metode Cerdis ( Ceramah Diskusi ) konsep kovid ( Kunjungan, Sosmed, Video ) dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan metode CERDIS pada peserta didik tahun pelajaran 2020/2021; dan dampak dari penerapan metode Ceramah dan Diskusi ( CERDIS ) dalam memotivasi peserta didik kelas VIII Dimasa Pandemi. Metode yang digunakan dalam ini ialah ceramah dan diskusi melalui konsep Kunjungan Rumah, Sosmed dan Media Video ( KOVID) Dalam hal ini metode ceramah ini dilaksanakan melalui video yang dibuat menarik dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam hal ini bertujuan agar siswa mudah memahami pelajaran video yang dishare di dalam grup WhatsApp kelas maupun lewat cenel youtube guru dikirim dalam gogle classroom . Mengapa menggunakan media tersebut karena pembelajaran pada saat pandemic menggunakan media pembelajaran hand phone dari Sebagian siswa. Sedangkan untuk diskusi pelaksanaannya dilakukan dengan mengunjungi rumah siswa perdusun dalam hal ini untuk mengantisipasi siswa di daerah pinggiran yang belum mempunyai hand phone serta kesulitan jaringan internet. Selain melalui kunjungan rumah untuk diskusi juga bisa menggunakan media hand phone dengan zoom.
Namun efek dari kunjungan rumah ini bertujuan agar siswa dengan guru tetap ada ikatan saling mengenal. Untuk Pelaksanaan metode kunjung rumah ini para peserta didik diminta melakukan kerja kelompok satu desa dengan materi yang sudah disampaikan melalui grup WhatsApp kelas setelah mereka membentuk kelompok dalam satu desa maka guru akan mengunjungi desa tempat tinggal siswa-siswa tersebut serta terjadwal untuk hari kunjungnya. Penerapan metode CERDIS konsep KOVID dalam pembelajaran bahasa Indonesia ternyata berhasil, dan memberikan dampak positif terhadap motivasi peserta didik untuk aktif belajar bahasa Indonesia. Sebelum metode ini diterapkan, hampir semua peserta didik tidak mengerjakan tugas yang diberikan secara online.
Dengan menerapkan metode ini, peserta didik termotivasi untuk aktif belajar Bahasa Indonesia. Mereka tidak takut tidak mempunyai smartphone,tidak takut kehabisan kuota,tidak takut smartpone rusak. Hal ini dibuktikan dengan hasil penerapan metode ini, dimana motivasi belajar dan mengerjakan tugas mencapai 92,5 persen. Ini membuktikan bahwa metode Ceramah dan Diskusi (CERDIS) menggunakan konsep Kunjungan, Sosmed, dan Video (KOVID) berhasil memotivasi peserta didik untuk belajar dan mengerjakan tugas Bahasa Indonesia. Karena terbukti berhasil memotivasi peserta didik mengerjakan tugas Bahasa Indonesia, metode ini bisa direkomendasikan sebagai salah satu metode yang bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ernawati-S-Pd-Guru-Bahasa-Indonesia-SMP-Negeri-2-Kaliangkrik-Kab-Magelangfds53.jpg)