Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Metode Cerdis dengan Konsep Kovid Memotivasi Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pandemi COVID-19 berdampak negatif pada pembelajaran anak-anak di semua jenjang pendidikan di Indonesia.

Editor: galih permadi
IST
Ernawati, S. Pd., Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Kaliangkrik Kab. Magelang 

Oleh: Ernawati, S. Pd., Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Kaliangkrik Kab. Magelang

Pandemi COVID-19 berdampak negatif pada pembelajaran anak-anak di semua jenjang pendidikan di Indonesia. Rangkuman isu ini menguraikan temuan pemantauan dampak pandemi COVID-19 terhadap kemungkinan anak dan remaja melanjutkan pendidikan, dengan fokus pada anak-anak tidak sekolah dan mereka yang berisiko putus sekolah dari keluarga yang tidak mampu secara sosial ekonomi. Isu ini juga mengidentifikasi beberapa tindakan yang disarankan untuk mengatasi permasalahan yang muncul akibat dampak pandemi COVID-19 terhadap keberlangsungan pendidikan bagi anak dan remaja di Indonesia.

Munculnya pandemi COVID-19 memberikan dampak pada kegiatan belajar mengajar yang semula dilaksanakan di sekolah menjadi belajar di rumah melalui daring. Pembelajaran daring yang diterapkan harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sekolah agar proses pembelajaran berjalan lancar. Belajar daring harus dengan bantuan teknologi digital seperti Google Classroom, Rumah Belajar, Zoom, video konferensi, telepon atau live chat, dll. Dengan adanya penggunaan media daring mengharuskan tenaga pendidik tetap memperhatikan dalam pemberian tugas melalui pemantauan pendampingan salah satunya melalui grup WhatsApp sehingga peserta didik mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. Tenaga pendidik juga harus tetap berkomunikasi dengan pihak orang tua untuk memberikan informasi terkait perkembangan peserta didik.Hal  ini  juga  terjadi  pada  anak-anak  di  daerah  pinggiran. 

Pandemi yang   dialami selama dua tahun berdampak pada proses pembelajaran  terutama  motivasi  belajar  siswa  mulai  menurun.  Dalam  hal  ini  penulis  mencoba  menggunakan  metode  Cerdis  (  Ceramah  Diskusi   ) konsep  kovid  (  Kunjungan,  Sosmed,  Video  )  dalam  proses  pembelajaran  bahasa  Indonesia   dengan menerapkan metode CERDIS pada peserta didik tahun pelajaran 2020/2021; dan dampak dari penerapan metode Ceramah  dan  Diskusi  (  CERDIS  ) dalam memotivasi peserta didik kelas VIII Dimasa  Pandemi. Metode yang digunakan dalam ini ialah ceramah dan diskusi melalui konsep  Kunjungan  Rumah, Sosmed  dan  Media  Video  (  KOVID)  Dalam  hal  ini  metode  ceramah  ini  dilaksanakan  melalui  video  yang  dibuat  menarik  dan  disesuaikan  dengan  kebutuhan  siswa  dalam  hal  ini  bertujuan  agar  siswa  mudah  memahami  pelajaran  video  yang  dishare  di  dalam  grup  WhatsApp kelas  maupun  lewat  cenel  youtube  guru  dikirim  dalam  gogle  classroom  .  Mengapa  menggunakan  media  tersebut  karena  pembelajaran  pada  saat  pandemic menggunakan  media  pembelajaran  hand  phone  dari  Sebagian  siswa.  Sedangkan untuk diskusi  pelaksanaannya  dilakukan  dengan  mengunjungi  rumah  siswa  perdusun   dalam  hal  ini  untuk   mengantisipasi  siswa  di daerah  pinggiran  yang  belum  mempunyai  hand  phone  serta  kesulitan  jaringan  internet.  Selain   melalui  kunjungan  rumah  untuk  diskusi  juga  bisa  menggunakan  media  hand  phone  dengan  zoom. 

Namun  efek  dari  kunjungan  rumah  ini  bertujuan  agar  siswa  dengan  guru  tetap  ada  ikatan  saling  mengenal.  Untuk  Pelaksanaan  metode  kunjung  rumah  ini  para peserta didik diminta melakukan kerja  kelompok  satu  desa  dengan materi yang  sudah  disampaikan  melalui  grup  WhatsApp kelas  setelah  mereka  membentuk  kelompok  dalam  satu  desa  maka  guru  akan  mengunjungi  desa   tempat  tinggal  siswa-siswa  tersebut  serta  terjadwal  untuk  hari  kunjungnya. Penerapan metode CERDIS konsep KOVID dalam pembelajaran bahasa Indonesia ternyata berhasil, dan memberikan dampak positif terhadap motivasi peserta didik untuk aktif  belajar  bahasa  Indonesia. Sebelum metode ini diterapkan, hampir semua peserta didik tidak  mengerjakan  tugas  yang  diberikan  secara  online.

Dengan menerapkan metode ini, peserta didik termotivasi untuk aktif  belajar  Bahasa  Indonesia. Mereka tidak takut tidak  mempunyai  smartphone,tidak  takut  kehabisan  kuota,tidak  takut  smartpone  rusak. Hal ini dibuktikan dengan hasil penerapan metode ini, dimana motivasi belajar dan mengerjakan  tugas  mencapai 92,5 persen. Ini membuktikan bahwa metode Ceramah dan Diskusi (CERDIS) menggunakan  konsep  Kunjungan,  Sosmed,  dan  Video  (KOVID) berhasil memotivasi peserta didik untuk  belajar  dan  mengerjakan  tugas  Bahasa  Indonesia. Karena terbukti berhasil memotivasi peserta didik mengerjakan  tugas  Bahasa  Indonesia, metode ini bisa direkomendasikan sebagai salah satu metode yang bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved