Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wawancara Khusus

Ketua Panitia Musyawarah Rakyat Panel Barus Bicara Hasil Musra: Tunggu Komando Jokowi

Ketua Panitia Nasional Musyawarah Rakyat (Musra) Panel Barus menyatakan rakyat menjadi faktor penentu perubahan ke depan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: m nur huda
Tribunnews
Ketua Panitia Nasional Musyawarah Rakyat (Musra), Panel Barus menyatakan rakyat menjadi faktor penentu perubahan ke depan. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua Panitia Nasional Musyawarah Rakyat (Musra), Panel Barus menyatakan rakyat menjadi faktor penentu perubahan ke depan.

Hal ini menjadi dasar musra digelar dan mendapat dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Prinsip dari pelaksanaan musra ini kita ingin ada ruang yang kita buka untuk rakyat supaya rakyat terlibat dalam menentukan arah demokrasi ke depan,” ucap Panel dalam wawancara di kantor Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Menurutnya, relawan punya peran dan kontribusi dalam musyawarah rakyat. Ini juga tidak lepas dari pidato serta arahan dari Presiden Jokowi di Borobudur bulan Mei 2022.

“Ketika beliau bilang ojo kesusu, itu masih relevan sampai hari ini. Kalau saya pribadi menjawab arahan itu kita ora kesusu. Kita nggak buru-buru, tunggu komando,” tukasnya.

Forum mencari Capres dan Cawapres 2024 itu rencananya ditutup langsung oleh Presiden Jokowidi Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (13/5/2023).

Hasil musra akan diberikan kepada kepala negara sekaligus ditutup secara resmi.

Berikut petikan wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Panel Barus:

Apa yang menjadi dasar pemikiran para relawan Joko Widodo untuk melaksanakan musyawarah rakyat?

Jadi prinsip dari pelaksanaan musra ini kita ingin ada ruang yang kita buka untuk rakyat supaya rakyat terlibat dalam menentukan arah demokrasi ke depan.

Karena dalam menentukan arah demokrasi keterlibatan rakyat adalah syarat utama. Nah seperti apa keterlibatannya? itu memang kita bagi-bagi dia sistemnya.

Rakyat berbicara tentang apa agenda kebangsaan ke depan menurut rakyat. Apa program prioritas nasional ke depan yang harus dijalankan oleh pemimpin kita selanjutnya.

Yang terakhir rakyat juga bebas berbicara untuk menyampaikan siapa calon pemimpin ke depan sebagai penerus Pak Jokowi pasca 2024.

Jadi ini agenda kebangsaan bukan hanya memilih siapa calon pemimpin berikutnya, tapi apa saja yang akan dilakukan lima tahun ke depan.

Bisa dijelaskan tidak bagaimana tata caranya dalam musra supaya metode obyektif yang diterapkan itu kena kira-kira begitu?

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved