Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Peningkatan Kemampuan Menulis Greeting Card melalui Metode Demonstrasi

Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang ada di semua jenjang pendidikan SD, SMP maupun SMA.

Editor: galih permadi
IST
Maria Sri Hartati., Guru SMP N 13 Kota Magelang 

Oleh: Maria Sri Hartati., Guru SMP N 13 Kota Magelang

Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang ada di semua jenjang pendidikan SD, SMP maupun SMA.  Di jenjang SMP salah satu materi dalam bahasa Inggris yang penting dikuasai oleh siswa adalah materi greeting card. Tujuan pembelajaran teks greeting card terdapat dalam kompetensi dasar 3.5 dan 4.5. kurikulum 2013.  Pada KD ini peserta didik diharapkan mampu membandingkan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan, serta mampu menyusun dan menghasilkan teks khusus greeting card terkait dengan hari-hari spesial secara benar dan sesuai konteks. Asumsi tersebut diperkuat oleh Wells yang dikutip dari Depdiknas dalam Kepmendiknas No 22 Tahun 2006 bahwa bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya dengan menggunakan bahasa tersebut. Kemampuan dalam berkomunikasi yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan atau menghasilkan teks lisan dan atau teks tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Oleh karena itu, mata pelajaran bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa selama ini hasil belajar menulis Bahasa Inggris materi greeting card di siswa SMP Negeri 13 kota Magelang belum optimal. Asumsi ini didasarkan pada perolehan nilai menulis pada tahun pelajaran 2019/2020 serta 2020/2021. Pada tahun 2019/2020 tingkat pencapaian tuntas KKM hanya 33 persen. Secara rata-rata nilainya juga dibawah KKM yakni 70 (KKM 75). Pada tahun pelajaran 2020/2021 siswa yg tuntas KKM hanya 50 persen . Secara rata-rata nilai juga dibawah KKM yaitu 72. Kondisi ini juga diperparah dengan sikap dan perilaku siswa ketika mengikuti pembelajaran  di kelas yang menunjukkan siswa kurang aktif, siswa banyak bermain sendiri dan tidak  mendengarkan dengan baik keterangan dari guru, siswa sering keluar masuk kelas, siswa kurang disiplin dalam membawa buku pelajaran, dan siswa tidur saat guru menjelaskan.

Guna untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibutuhkan satu model pembelajaran yang mampu mengoptimalkan hasil menulis bahasa Inggris terutama yang sesuai dengan karekteristik materi greeting card. Adapun model pembelajaran yang dirasa tepat untuk dilaksanakan adalah model pembelajaran demonstrasi. Dipilihnya model pembelajaran demontrasi karena guru mengajar menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada peserta didik. Asumsi ini didukung oleh pendapat Sanjaya (2006) yang menyatakan bahwa demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Keunggulan metode demonstrasi antara lain sebagai berikut: peserta didik memahami obyek yang sebenarnya; peserta didik dibiasakan bekerja secara sistematis; dapat membuat pengajaran lebih jelas dan lebih konkret, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat); peserta didik lebih mudah memahami apa yang dipelajari; proses pelajaran lebih menarik; peserta didik dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri; memberi pengalaman praktis yang dapat membuat perasaan dan kemauan anak.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved