Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

125 Ambulans di Kabupaten Semarang Bakal Terintegrasi, Syaiful: Lebih Mudah Dapat Yang Terdekat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang akan segera mengintegrasikan seluruh ambulans milik pemerintah dan swasta dalam waktu dekat.

Tayang:
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
ILUSTRASI AMBULANS - Sejumlah mobil ambulans yang verada di halaman kantor pemerintah Kabupaten Demak, Senin (19/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang akan segera mengintegrasikan seluruh ambulans baik milik pemerintah maupun swasta di Kabupaten Semarang dalam waktu dekat.

Hal itu bertujuan memudahkan komunikasi baik antar penyedia ambulans maupun masyarakat yang membutuhkan penanganan medis secara darurat.

Nantinya, seluruh layanan akan diintegrasikan dan terpusat ke Call Center 112.

Baca juga: Ambulans Tabrak Pikap Sayur saat Salip Truk, 7 Korban Kecelakaan Dilarikan ke Rumah Sakit

Sehingga, warga yang membutuhkan penanganan medis secara darurat bisa langsung menghubungi nomor tersebut.

Berdasarkan penuturan dari Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat, pada kondisi sebelumnya, layanan ambulans di Kabupaten Semarang masih berjalan sendiri-sendiri dengan nomor telepon masing-masing.

Sehingga menurut dia, masyarakat terkadang mengalami kesulitan untuk menghubungi nomor pelayanan darurat, terutama untuk memohon ambulans yang berada di dekat lokasi kejadian. 

“Melalui pengintegrasian, masyarakat yang membutuhkan ambulans bisa dihubungkan dengan layanan ambulans wilayah terdekat.

Misalnya lokasi dibutuhkan ambulans di Kecamatan Tengaran, maka akan dihubungkan layanan ambulans yang ada di wilayah Tengaran saja,” ungkap Syaiful kepada Tribunjateng.com, seusai acara Apel Besar Pengintegrasian Ambulans 112 di Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Ungaran, Kabupaten Semarang pada Rabu (17/5/2023).   

Tak hanya layanan panggilan 112, Dinkes Kabupaten Semarang juga akan meluncurkan aplikasi hasil pengembangan dan kerjasama dengan UNW.

Dalam aplikasi tersebut, terdapat pemetaan (mapping) secara otomatis titik-titik pos ambulans, sehingga ambulans terdekat bisa langsung mendapat notifikasi dan segera mendatangi masyarakat atau pasien yang membutuhkan.

“Untuk call center melalui panggilan telepon, sedangkan digitalisasi melalui aplikasi. Aplikasi layanan ambulans akan kita luncurkan setelah Mei 2023 ini,”  imbuh dia. 

Syaiful menyebutkan, dari data dia, total jumlah ambulans di Kabupaten Semarang baik milik pemerintah maupun swasta sebanyak 125 unit yang tersebar di 19 kecamatan.

Menurut dia, jumlah tersebut tergolong cukup banyak lantaran desa-desa di Kabupaten Semarang sudah mulai memiliki ambulans sendiri.

“Meskipun demikian, banyak layanan ambulans yang tidak ada tenaga medis dan paramedis,” lanjut Syaiful.

Sementara itu, Rektor UNW Ungaran, Prof Subyantoro menyampaikan bahwa pihaknya memiliki Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi yang bisa mengembangkan aplikasi untuk mengintegrasikan dan menyinergikan kinerja ambulans dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Ramai Soal Mobil Pajero Sport Jadi Ambulans, Paramedis : Menyulitkan Penanganan Pasien

Menurut dia, UNW sebagai universitas yang berada di Kabupaten Semarang juga memiliki tugas untuk mendukung dinas-dinas terkait. 

“Sehingga masyarakat nantinya tahu posisi ambulans yang terdekat di mana.

Kalau masyarakat membutuhkan layanan ambulans bisa lebih cepat mengakses,” pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved